SerambiMuslim.com – Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah golongan hamba yang mendapatkan perhatian dan pembelaan khusus dari Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan amalan mulia yang dicintai Allah, sehingga siapa pun yang berbuat zalim kepada mereka berisiko berhadapan dengan murka dan pembelaan langsung dari Sang Pencipta.
Salah satu penjelasan mengenai golongan tersebut terdapat dalam wasiat Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA yang diriwayatkan dalam kitab Wasiyatul Musthafa karya Imam Asy-Sya’rani.
Dalam wasiat itu, Rasulullah SAW menyebut tiga golongan yang mendapatkan pertolongan dan pembelaan istimewa dari Allah SWT, yakni penyeru kebaikan, orang yang jujur, dan anak yatim.
Rasulullah SAW bersabda:
يَا عَلِيُّ، مَنْ أَمَرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَى عَنِ الْمُنْكَرِ أَرْغَمَ اللهُ أَنْفَ عَدُوِّهِ وَمَنْ صَدَقَ فِيْ أُمُوْرِهِ غَضِبَ اللهُ لِغَضْبِهِ، وَإِذَا بَكَى الْيَتِيْمُ اِهْتَزَّ الْعَرْشُ فَيُقَالُ يَا جِبْرِيْلُ وَسِعَ النَّارُ لِمَنْ أَبْكَاهُ وَوَسِعَ الْجَنَّةُ لِمَنْ أَضْحَكَهُ
Latin: Yā ‘Aliyyu, man amara bil-ma’rūfi wa nahā ‘anil munkari arghamallāhu anfa ‘aduwwihi, wa man shadaqa fī umūrihi ghadhiballāhu lighadhabihi, wa idzā bakal yatīmu ihtazzal ‘arsyu fa yuqālu yā Jibrīlu wassi’in nāra liman abkāhu wa wassi’il jannata liman adh-hakahu.
Artinya: “Wahai Ali, barang siapa menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka Allah akan menghinakan musuhnya. Barang siapa jujur dalam berbagai urusannya, maka Allah murka karena kemurkaannya. Dan apabila seorang anak yatim menangis, maka bergetarlah Arasy. Lalu dikatakan, ‘Wahai Jibril, luaskanlah neraka bagi orang yang membuatnya menangis dan luaskanlah surga bagi orang yang membuatnya tersenyum’.”
1. Penyeru Kebaikan dan Pencegah Kemungkaran
Golongan pertama yang mendapatkan pembelaan Allah SWT adalah mereka yang istiqamah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tugas amar makruf nahi mungkar merupakan salah satu kewajiban penting dalam Islam karena berfungsi menjaga nilai-nilai kebenaran dan akhlak di tengah masyarakat.
Sepanjang sejarah, para nabi dan rasul menghadapi berbagai bentuk penolakan ketika menyampaikan dakwah. Namun Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan membela orang-orang yang beriman dan berjuang di jalan kebenaran.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا
Latin: Innallāha yudāfi’u ‘anilladzīna āmanū.
Artinya: “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman.” (QS Al-Hajj: 38)
Karena itu, memusuhi orang yang mengajak kepada kebaikan bukan sekadar persoalan antarmanusia. Dalam pandangan Islam, tindakan tersebut dapat berarti menentang nilai-nilai yang diperintahkan Allah SWT.
2. Orang yang Jujur
Golongan kedua adalah orang yang jujur. Kejujuran merupakan salah satu akhlak paling mulia yang sangat dicintai Allah SWT. Sifat ini menjadi fondasi kepercayaan dalam kehidupan sosial sekaligus jalan menuju keberkahan hidup.
Nabi Muhammad SAW dikenal dengan gelar Al-Amin atau orang yang terpercaya karena kejujurannya. Bahkan sebelum menerima wahyu, masyarakat Makkah telah menaruh kepercayaan besar kepada beliau.
Rasulullah SAW bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Latin: ‘Alaikum bish-shidqi fa innash-shidqa yahdī ilal birri wa innal birra yahdī ilal jannah.
Artinya: “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun kepada surga.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam wasiat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT murka ketika orang yang jujur dizalimi. Hal ini menunjukkan tingginya kedudukan kejujuran di sisi-Nya. Selain mendatangkan ketenangan hati, kejujuran juga memperkuat hubungan sosial dan membuka pintu keberkahan.
3. Anak Yatim
Golongan ketiga yang mendapat perhatian dan pembelaan khusus dari Allah SWT adalah anak yatim. Islam memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan dan perlindungan mereka.
Alquran berulang kali memerintahkan umat Islam untuk memuliakan anak yatim, menjaga hak-haknya, memenuhi kebutuhannya, serta memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang. Sebaliknya, menyakiti atau menghardik anak yatim termasuk perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Dalam Surah Al-Ma’un, Allah SWT bahkan menyebut orang yang menghardik anak yatim sebagai bagian dari mereka yang mendustakan agama.
Wasiat Rasulullah SAW kepada Sayyidina Ali menggambarkan betapa besar perhatian Allah kepada anak yatim. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa ketika seorang anak yatim menangis, Arasy bergetar. Orang yang membuatnya bersedih diancam dengan azab, sedangkan mereka yang membahagiakannya dijanjikan ganjaran yang besar.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa dakwah, kejujuran, dan kasih sayang kepada anak yatim bukan sekadar akhlak yang dianjurkan dalam Islam. Ketiganya merupakan amalan mulia yang dapat mendatangkan pertolongan dan pembelaan Allah SWT bagi siapa saja yang menjaganya dengan ikhlas.
Alternatif Judul CTR Tinggi:
- Jangan Sakiti 3 Golongan Ini, Allah SWT Turun Membela Mereka
- Rasulullah SAW Sebut 3 Golongan yang Musuhnya Akan Dihinakan Allah
- Siapa Saja yang Dibela Allah SWT? Ini 3 Golongan Menurut Hadis
- Membuat Anak Yatim Menangis Bisa Mengundang Murka Allah, Ini Penjelasannya
- Wasiat Rasulullah kepada Ali: Tiga Golongan yang Mendapat Pembelaan Allah SWT. (*)







