SerambiMuslim.com – Dalam Islam, kualitas amal tidak diukur dari besar kecilnya perbuatan. Nilai amal ditentukan oleh keikhlasan serta beratnya ujian batin yang menyertainya.
Sayidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu menjelaskan empat amal dengan pahala terberat. Penjelasan tersebut dikutip Syekh Muhammad Nawawi al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad.
Sayidina Ali berkata, ada empat amal paling berat timbangan pahalanya di sisi Allah SWT. Amal tersebut menuntut pengendalian diri dan keikhlasan yang tinggi.
Pertama, memaafkan orang lain saat hati sedang diliputi amarah. Sikap ini membutuhkan kesabaran dan ketulusan yang besar.
Rasulullah SAW bersabda, siapa menahan amarahnya, Allah menahan siksa baginya. Hadis ini menegaskan keutamaan mengendalikan emosi.
Dalam riwayat Imam Ad-Dailami, Nabi juga menyebutkan keutamaan menahan marah.
Orang tersebut akan dimasukkan Allah ke dalam cahaya-Nya pada hari kiamat.
Kedua, bersedekah ketika diri sendiri berada dalam kondisi kekurangan.
Derma di masa sulit menunjukkan keimanan yang kuat.
Ketiga, menjaga diri dari perbuatan haram saat berada sendirian. Sikap iffah mencerminkan ketakwaan tanpa pengawasan manusia.
Keempat, menyampaikan kebenaran kepada orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya. Contohnya berkata benar di hadapan penguasa zalim.
Tentang memaafkan, Allah SWT berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 40.
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
Wa jazā’u sayyi’atin sayyi’atum miṡluhā, faman ‘afā wa aṣlaḥa fa ajruhū ‘alallāh(i), innahū lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn(a).
Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang setimpal. Akan tetapi, siapa yang memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat), maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim. (QS Asy-Syura Ayat 40)
Allah menjanjikan pahala bagi orang yang memaafkan dan berbuat baik. Balasan kejahatan adalah setimpal demi keadilan.
Namun, memaafkan membawa ganjaran langsung dari Allah SWT. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim. ***






