SerambiMuslim.com – Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan sebuah nubuat tentang sosok manusia yang menjadi orang terakhir masuk surga. Kisah ini termaktub dalam hadis panjang yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menggambarkan seorang lelaki yang keluar dari neraka dalam kondisi sangat lemah. Ia berjalan tertatih, terkadang merangkak, sementara api neraka masih sempat menjilat tubuhnya.
Setelah berhasil melewati neraka, lelaki itu menoleh ke belakang dan berkata dengan penuh rasa syukur, “Mahasuci Allah yang telah menyelamatkanku darimu. Sungguh, Allah telah memberiku karunia yang tidak diberikan kepada siapa pun sebelum dan sesudahku.”
Allah SWT kemudian menumbuhkan sebuah pohon di hadapannya. Lelaki itu pun memohon, “Wahai Tuhanku, dekatkanlah aku ke pohon itu agar aku dapat berteduh di bawah naungannya dan minum dari airnya.”
Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jika Aku kabulkan permintaanmu, boleh jadi engkau akan meminta hal lain lagi.”
Lelaki itu berjanji tidak akan memohon apa pun setelahnya. Allah pun mengabulkan permintaannya. Ia berteduh dan minum dari air pohon tersebut.
Tak lama kemudian, Allah menumbuhkan pohon lain yang lebih indah. Lelaki itu kembali memohon hal serupa dan kembali berjanji tidak akan meminta apa pun lagi. Meski lelaki itu berulang kali mengingkari janjinya, Allah tetap memakluminya karena mengetahui besarnya keinginan yang ia rasakan.
Hingga akhirnya, Allah menumbuhkan pohon ketiga yang jauh lebih indah di dekat pintu surga. Ketika pohon itu didekatkan, lelaki tersebut mendengar suara kegembiraan para penghuni surga. Ia pun tak kuasa menahan harapannya dan berkata, “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.”
Allah berfirman kepadanya, “Wahai anak Adam, apakah engkau rela jika Aku berikan kepadamu dunia dan yang semisalnya?”
Lelaki itu menjawab dengan polos, “Wahai Tuhanku, apakah Engkau hendak mempermainkanku, padahal Engkau adalah Tuhan seluruh alam?”
Abdullah bin Mas’ud yang meriwayatkan hadis ini tertawa saat menyampaikannya. Ia lalu menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga tertawa ketika menceritakan bagian tersebut. Nabi bersabda bahwa Allah SWT pun “tertawa” mendengar ucapan hamba-Nya itu, lalu berfirman, “Aku tidak mempermainkanmu. Aku Maha Kuasa atas segala sesuatu yang Aku kehendaki.”
Lelaki itu akhirnya masuk ke dalam surga. Ia memperoleh kenikmatan sepuluh kali lipat dari seluruh isi dunia, meskipun kedudukannya adalah yang paling rendah di antara para penghuni surga.






