Hikmah  

Kisah Nabi Isa AS dan Daftar Kejahatan Bani Israil

Kitab Sirah Nabawiyah mencatat interaksi ekonomi, sosial, dan politik Yahudi dengan bangsa Arab awal Islam. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam adalah salah satu nabi dan rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Beliau diutus untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar setelah mereka menyimpang dari ajaran Allah dan mengubah isi Taurat sesuai hawa nafsu serta kepentingan duniawi.

Penyimpangan tersebut membuat Bani Israil terjerumus dalam berbagai bentuk kezaliman, kerusakan, dan kemaksiatan. Mereka tidak hanya sesat, tetapi juga menyesatkan orang lain, gemar berselisih, serta tidak mencegah kemungkaran yang terjadi di tengah mereka. Akibatnya, hati mereka menjadi keras.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُ ۗوَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Setelah itu, hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal, di antara batu itu ada yang memancarkan sungai, ada yang terbelah lalu keluar air darinya, dan ada pula yang jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 74)

Dalam berbagai kisah Alquran, dijelaskan bahwa Bani Israil kerap melakukan dosa besar, kemaksiatan, hingga perbuatan keji. Mereka bahkan berani membunuh para nabi serta orang-orang yang menyeru kepada kebenaran dan keadilan.

Semua itu terjadi karena mereka melanggar perjanjian yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Padahal, Allah telah mengambil komitmen dari mereka untuk hanya menyembah-Nya dan berbuat baik kepada sesama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

“(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil: janganlah kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, dan orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikan zakat. Namun, kamu berpaling kecuali sebagian kecil dari kalian, dan kamu tetap membangkang.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Sikap ingkar janji juga menjadi ciri mereka. Allah SWT berfirman:

اَوَكُلَّمَا عٰهَدُوْا عَهْدًا نَّبَذَهٗ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Setiap kali mereka membuat perjanjian, segolongan dari mereka melanggarnya. Bahkan, kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. Al-Baqarah: 100)

Ketika Nabi Isa ‘alaihissalam datang membawa kebenaran dan membenarkan Taurat, sebagian dari mereka justru menolak dan mengabaikan ajaran tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَۙ كِتٰبَ اللّٰهِ وَرَاۤءَ ظُهُوْرِهِمْ كَاَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

“Ketika datang kepada mereka seorang rasul dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka, seakan-akan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 101)

Penolakan terhadap Nabi Isa

Alquran juga menjelaskan bahwa setiap kali seorang rasul datang membawa ajaran yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, Bani Israil bersikap sombong. Sebagian rasul mereka dustakan, bahkan ada yang mereka bunuh.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ ۚ وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ

“Sungguh, Kami telah memberikan Kitab kepada Musa dan mengutus rasul-rasul setelahnya. Kami juga memberikan bukti-bukti kebenaran kepada Isa putra Maryam dan menguatkannya dengan Ruhul Kudus. Mengapa setiap kali datang seorang rasul dengan sesuatu yang tidak kamu sukai, kamu menyombongkan diri? Lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian lainnya kamu bunuh. Mereka berkata: ‘Hati kami tertutup.’ Tidak, bahkan Allah melaknat mereka karena kekafirannya, sehingga sedikit sekali mereka yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 87–88)

Nabi Isa ‘alaihissalam menghadapi penolakan keras dari Bani Israil. Meski telah menunjukkan berbagai mukjizat dan tanda kebenaran, mereka tetap ingkar, bahkan semakin sombong dan melampaui batas.

Ketika segala bukti tidak mereka hiraukan, mereka merencanakan makar untuk membunuh Nabi Isa. Namun, Allah SWT Maha Mengetahui segala rencana tersebut.

Saat orang-orang Yahudi berusaha menangkap dan menyalib Nabi Isa, Allah menyelamatkannya dengan mengangkat beliau ke sisi-Nya dan menyerupakan orang lain dengan dirinya. Mereka mengira telah membunuh Nabi Isa, padahal hakikatnya tidak demikian.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kebenaran tetap terjaga oleh kehendak Allah, meskipun manusia berusaha menentangnya. ***