SerambiMuslim.com – Dalam Surah Al-Isra ayat pertama, Allah SWT menjelaskan peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad SAW.
Ayat tersebut mengisahkan perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsha yang diberkahi. Peristiwa itu dikenal sebagai Isra dan Miraj dalam sejarah Islam.
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu terjadinya Isra Miraj. At-Thabari menyebut peristiwa itu terjadi setahun setelah Nabi diangkat menjadi rasul. Al-Manshurfuri berpendapat Isra Miraj berlangsung malam 27 Rajab, tahun kesepuluh kenabian.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Masjid Al-Aqsha di Palestina. Sementara, Miraj merupakan peristiwa naiknya Nabi SAW dari Masjid Al-Aqsha menembus lapisan langit. Nabi SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat yang melampaui batas pemahaman manusia.
Dalam perjalanan itu, Nabi SAW berdialog dengan Allah SWT. Isra Miraj menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Nabi SAW melakukan perjalanan tersebut dengan mengendarai buraq. Kata buraq berasal dari barq yang berarti kilat. Nama itu menggambarkan kecepatan luar biasa kendaraan tersebut.
Isra Miraj menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam. Melalui peristiwa itu, Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu bagi umat Islam.
Shalat memiliki kedudukan sangat penting dalam ajaran Islam. Perintah shalat diterima Nabi SAW secara langsung dari Allah SWT.
Alquran dan hadis banyak menekankan kewajiban menegakkan shalat dengan baik.
Abu Bakar menjadi sahabat pertama yang membenarkan peristiwa Isra Miraj. Ia langsung membenarkan kisah perjalanan Nabi SAW tanpa ragu.
Abu Bakar meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang jujur dan amanah. Sejak peristiwa itu, Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq.
Sikap Abu Bakar menjadi teladan keimanan bagi umat Islam. ***







