Keutamaan Al-Fatihah: Surat Paling Agung dalam Alquran

Kitab suci Alquran (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Surah Al-Fatihah menempati posisi yang sangat istimewa dalam Alquran dan praktik ibadah umat Islam. Keutamaannya ditegaskan dalam berbagai hadis sahih yang diriwayatkan oleh ulama besar seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Imam Tirmidzi.

Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Fatihah merupakan surat paling agung, yang tidak tertandingi oleh ayat mana pun, bahkan dalam kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat dan Injil. Rasulullah SAW juga menyebutnya sebagai Sab’ul Matsani dan Al-Qur’anul ‘Azim.

Salah satu hadis yang diriwayatkan menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berjanji akan mengajarkan surat paling agung dalam Alquran kepada seorang sahabat, Abu Sa’id bin Al-Mu’alla. Ketika itu, Abu Sa’id sedang melaksanakan shalat dan tidak segera memenuhi panggilan Rasulullah. Setelah selesai, ia menemui Nabi dan menjelaskan alasannya.

Rasulullah SAW kemudian mengingatkannya tentang pentingnya memenuhi seruan Allah dan Rasul. Setelah itu, beliau bersabda bahwa sebelum Abu Sa’id meninggalkan masjid, ia akan diajarkan surat paling agung dalam Alquran.

Ketika hendak keluar, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,” yaitu Surah Al-Fatihah.

Riwayat ini juga disebutkan dalam berbagai kitab hadis lainnya dengan redaksi yang hampir serupa, menunjukkan kuatnya kedudukan Surah Al-Fatihah dalam tradisi Islam.

Dalam riwayat lain yang melibatkan sahabat Ubay bin Ka’ab, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa Al-Fatihah adalah surat yang tidak memiliki padanan, baik dalam Taurat, Injil, maupun dalam Alquran itu sendiri.

Surat ini disebut sebagai Sab’ul Matsani dan memiliki kedudukan istimewa karena menjadi inti ajaran yang disampaikan kepada umat manusia.

Selain itu, terdapat pula hadis yang menyebutkan bahwa Al-Fatihah bersama ayat-ayat terakhir Surah Al-Baqarah merupakan dua cahaya yang dianugerahkan secara khusus kepada Nabi Muhammad SAW, yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Setiap huruf yang dibaca dari ayat tersebut akan mendatangkan pahala bagi pembacanya.

Mengenal Surah Al-Fatihah

Meskipun tidak terdapat kata “Al-Fatihah” secara eksplisit dalam ayat-ayatnya, surah ini dinamai demikian oleh Rasulullah SAW sebagai Fatihatul Kitab, yang berarti pembuka Alquran. Nama ini mencerminkan perannya sebagai pintu masuk untuk memahami keseluruhan isi Alquran.

Al-Fatihah juga menggambarkan hubungan antara manusia dan Allah SWT, dimulai dengan pujian, pengakuan akan kekuasaan-Nya, hingga permohonan petunjuk ke jalan yang lurus. Kandungan ini menjadikan Al-Fatihah sebagai inti dari ajaran Islam.

Pengulangan sifat-sifat Allah seperti Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat, dan Maha Penyayang menunjukkan bahwa kasih sayang menjadi aspek utama dalam ajaran Islam. Hal ini juga tercermin dalam kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” yang mengawali hampir seluruh surah dalam Alquran, sebagai simbol bahwa kasih sayang Allah lebih dominan daripada kemurkaan-Nya.

Para ulama juga berbeda pendapat mengenai waktu turunnya Surah Al-Fatihah. Sebagian menyebutkan bahwa surah ini turun di Makkah (Makkiyah), sebagian lain berpendapat di Madinah (Madaniyah), dan ada pula yang menyatakan bahwa surah ini diturunkan dua kali.

Dalam kajian tafsir, disebutkan bahwa Al-Fatihah merupakan ringkasan dari seluruh isi Alquran. Bahkan, ada pendapat yang menyatakan bahwa inti Al-Fatihah terletak pada basmalah, dan inti basmalah terletak pada makna kasih sayang (rahmah). Dengan demikian, pesan utama Alquran dapat dipahami sebagai ajaran tentang cinta dan kasih sayang.

Karena itu, tidak tepat jika ajaran Alquran dijadikan dasar untuk menyebarkan kebencian, permusuhan, atau kekerasan. Sebaliknya, nilai utama yang harus dikedepankan adalah kasih sayang, kedamaian, dan kemanusiaan. ***