SerambiMuslim.com – Mendekati bulan suci Ramadan, penyaluran pembiayaan melalui fintech peer-to-peer lending atau pinjaman online (pinjol) diperkirakan kembali mengalami peningkatan.
Proyeksi tersebut sejalan dengan naiknya kebutuhan pembiayaan masyarakat menjelang Ramadan, yang secara historis menjadi periode dengan permintaan pendanaan lebih tinggi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tren peningkatan penyaluran pendanaan pinjol pada periode Ramadan terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, serta Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa Ramadan kerap menjadi momentum penting bagi industri pinjaman online.
“Secara historis, pada periode Ramadan tahun 2024 (Maret 2024), penyaluran pendanaan tumbuh sebesar 8,90 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sementara pada periode Ramadan tahun 2025 (Maret 2025), penyaluran pendanaan meningkat 3,80 persen mtm,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis pada Konferensi Pers RDKB Desember 2025, dikutip Senin (12/1/2026).
Menurut Agusman, peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya kebutuhan pembiayaan masyarakat selama bulan Ramadan, baik untuk konsumsi maupun aktivitas ekonomi lainnya. Kenaikan permintaan ini pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan penyaluran pinjol menjelang bulan suci umat Islam.
“Tren ini menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, OJK mencatat bahwa hingga akhir 2025, penyaluran pendanaan pinjol masih didominasi oleh pembiayaan konsumtif. Pada November 2025, outstanding pendanaan konsumtif tercatat mencapai Rp63,63 triliun atau sekitar 67,09 persen dari total outstanding industri pinjaman online.
Sementara itu, porsi pembiayaan produktif masih berada di bawah pembiayaan konsumtif. “Dengan demikian, sektor produktif mencakup 32,91 persen dari total outstanding industri pinjol,” ujar Agusman.
OJK menilai, momentum peningkatan penyaluran pendanaan menjelang Ramadan perlu diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang prudent.
Langkah tersebut penting untuk memastikan pertumbuhan industri pinjaman online tetap sehat, terjaga kualitasnya, serta berkelanjutan dalam jangka panjang. ***





