Berita  

Kemenag Kirim 2.000 Dai ke Wilayah 3T Selama Ramadan 2026

Kementerian Agama mengirim lebih dari 2.000 dai dan daiyah ke wilayah 3T selama Ramadhan 1447 H untuk memperkuat dakwah, ekoteologi, dan layanan keagamaan. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) akan mengirimkan lebih dari 2.000 dai dan daiyah ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Joyful Ramadhan Mubarak yang bertujuan memperkuat layanan keagamaan sekaligus menghadirkan peran negara hingga ke pelosok negeri.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Prof. Abu Rokhmat, mengatakan para dai yang diterjunkan tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga membawa pesan ekoteologi, kerukunan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Program ini melibatkan lebih dari 2.000 dai dan daiyah yang telah disiapkan untuk melayani masyarakat di wilayah 3T, termasuk daerah perbatasan. Kami bekerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam pendistribusian para dai tersebut,” ujar Abu Rokhmat saat peluncuran program Joyful Ramadhan Mubarak di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut dia, dakwah Ramadan tahun ini diarahkan untuk mendorong pemahaman ekoteologi secara lebih substantif.

Kesadaran menjaga lingkungan, kata Abu Rokhmat, perlu dipahami sebagai bagian integral dari ajaran agama, bukan sekadar aktivitas simbolik.

“Sepanjang Ramadan, para dai, mubaligh, dan khatib kultum diharapkan dapat menyampaikan tausiah tentang ekoteologi, kerukunan, cinta kemanusiaan, serta layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Mukhlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa program Dai 3T telah berjalan selama lima tahun dan dilaksanakan secara kolaboratif.

Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) berperan sebagai koordinator, sementara para dai berasal dari Kemenag daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pesantren.

“Tahun ini jumlah dai dan daiyah yang diberangkatkan mencapai 2.003 orang. Tahun lalu jumlahnya sekitar 900 hingga hampir 1.000 dai,” ujar Mukhlis.

Ia menambahkan, pelepasan para dai dijadwalkan pada 16 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kemenag juga akan membekali para dai dengan panduan dakwah Ramadan yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan karakteristik masyarakat di wilayah penugasan.

Selama bertugas, para dai akan memfokuskan kegiatan pada penguatan iman dan spiritualitas, pengajaran Alquran, serta peningkatan wawasan keagamaan masyarakat. Kehadiran mereka di wilayah 3T juga diharapkan menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memberikan layanan keagamaan.

“Intinya, kami ingin menegaskan kehadiran negara melalui Kementerian Agama di wilayah 3T dan perbatasan, khususnya pada bulan Ramadhan, agar spiritualitas masyarakat dan semangat kebangsaan semakin meningkat,” kata Mukhlis. ***