Berita  

Kinerja Komunikasi Publik Direktorat PAI Kemenag Menguat

Kinerja komunikasi publik Direktorat PAI Kemenag menguat dengan 229 eksposur digital dan dominasi sentimen positif masyarakat. (Foto: Dok Kemenag RI)

SerambiMuslim.com – Kinerja komunikasi publik Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan tren penguatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Penguatan tersebut tercermin dari eksposur media yang tinggi dan dominasi sentimen positif di ruang digital.

Hasil pemantauan media mencatat Direktorat PAI memperoleh 229 penyebutan di berbagai kanal digital. Penyebutan berasal dari media daring nasional, lokal, serta platform Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.

Jangkauan media sosial mencapai sekitar 2,2 juta akun unik dengan keterlibatan publik sekitar 9.000 interaksi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan komunikasi kebijakan yang semakin efektif.

“Program dan kebijakan pendidikan Islam kini semakin dikenal dan mendapat perhatian luas masyarakat,” ujar Suyitno, Selasa (30/12/2025).

Ia menyebut capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan komunikasi publik yang terbuka dan partisipatif.

Menurut Suyitno, komunikasi publik merupakan tanggung jawab pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Informasi kebijakan harus disampaikan utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Analisis sentimen menunjukkan lebih dari 80 persen percakapan publik bernada positif. Sentimen negatif tercatat sangat kecil dan bersifat insidental.

Percakapan positif banyak terkait program PPG PAI, PAI Fair 2025, serta penguatan literasi keagamaan.

Program peningkatan mutu madrasah dan pendidikan tinggi keagamaan juga mendapat respons positif.

Analisis emosi publik didominasi apresiasi dan optimisme tanpa indikasi resistensi masif. Kondisi tersebut menandakan stabilitas reputasi Direktorat PAI di ruang publik.

Direktur PAI, M. Munir, menyebut capaian tersebut hasil konsistensi komunikasi kebijakan berkelanjutan.

“Kami memastikan kebijakan disampaikan jelas, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan,” kata Munir.

Ia menilai media sosial efektif membangun kedekatan dengan guru dan generasi muda. “Instagram dan YouTube membantu memperluas jangkauan dan meningkatkan keterlibatan publik,” ujarnya.

Munir menambahkan, narasi kebijakan terus disederhanakan tanpa mengurangi substansi.

Mayoritas percakapan publik berasal dari Indonesia dengan dominasi Bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan komunikasi Direktorat PAI tepat sasaran kepada pemangku kepentingan utama.

Kementerian Agama menegaskan komitmen memperkuat komunikasi publik yang transparan dan responsif.

Upaya tersebut diharapkan memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pendidikan keagamaan.