SerambiMuslim.com – Pemerintah Provinsi Madinah mempercepat pembangunan ruang publik untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan peziarah.
Pemerintah Provinsi Madinah terus mengembangkan ruang publik di sekitar kota suci Madinah.
Program ini dijalankan melalui pembangunan fasilitas ramah pejalan kaki dan pesepeda.
Pembangunan tersebut dipimpin Madinah Region Development Authority. Otoritas ini membangun infrastruktur yang mendorong mobilitas serta aktivitas fisik masyarakat.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendorong gaya hidup aktif dan sehat,” kata perwakilan otoritas setempat.
Sejumlah fasilitas baru mulai dihadirkan untuk mendukung aktivitas masyarakat. Fasilitas itu meliputi jalur pedestrian tertata, jalur sepeda aman, dan stasiun parkir sepeda.
Pemerintah juga menyediakan area berjalan tanpa alas kaki untuk aktivitas kesehatan. “Inisiatif ini bagian dari strategi kesehatan publik untuk mencegah penyakit terkait gaya hidup,” ujar pejabat otoritas.
Program tersebut juga mendukung sektor wisata religi di kota suci Madinah.
Setiap tahun, peziarah mengunjungi sekitar 1.382 situs sejarah terkait kehidupan Muhammad.
Jumlah wisatawan yang datang ke Madinah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, kunjungan wisatawan tercatat naik sekitar 12 persen per tahun. Permintaan perjalanan religi ke Madinah juga melonjak hingga 29 persen.
Pemerintah daerah turut merehabilitasi sejumlah situs penting sejarah Islam. Di antaranya Masjid Quba dan Masjid Qiblatain.
Proyek juga mencakup revitalisasi Masjid Al-Fash serta dua sumur bersejarah. Kedua sumur tersebut adalah Sumur Ghars dan Sumur Faqir.
Pemerintah juga membangun tiga ruang budaya baru di pusat kota Madinah. Proyek itu meliputi penataan lanskap, peningkatan infrastruktur, serta peta panduan interaktif bagi pengunjung.
“Infrastruktur modern membantu wisatawan memahami sejarah Islam secara lebih mendalam,” kata pejabat proyek.
Belanja pariwisata regional juga meningkat sekitar 22 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Integrasi pelestarian sejarah dan layanan kota modern memperkuat Madinah sebagai destinasi wisata religi dunia. ***






