SerambiMuslim.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2026 menjalani vaksinasi meningitis pada Sabtu (24/1) hingga Ahad (25/1).
Vaksin meningitis diberikan secara gratis oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pemberian vaksin menjadi syarat wajib bagi setiap orang yang akan memasuki wilayah Arab Saudi.
Kebijakan ini bertujuan melindungi petugas sekaligus mencegah penularan penyakit menular selama operasional haji.
Antusiasme petugas terlihat dari antrean panjang peserta vaksinasi di lokasi kegiatan. Sebagian besar petugas belum menerima vaksin meningitis dalam kurun tiga tahun terakhir.
Pengecualian diberikan kepada petugas yang telah menerima vaksin meningitis dalam tiga tahun terakhir.
Petugas dengan riwayat vaksinasi tersebut tidak diwajibkan mengikuti vaksinasi ulang sebelum keberangkatan.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan peran strategis PPIH Arab Saudi 2026.
Ia menyebut petugas sebagai ujung tombak keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini.
“Keberhasilan Anda akan menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan haji 2026,” ujar Irfan saat kunjungan ke Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Irfan menegaskan tidak ada toleransi terhadap kegagalan penyelenggaraan haji 2026.
“Gagalnya haji berarti gagalnya salah satu program Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Ia meminta seluruh petugas menjaga disiplin dan profesionalisme dalam bertugas.
Irfan berharap sisa empat hari pelatihan dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman tugas.
“Empat hari terakhir ini harus menambah semangat dan kesiapan seluruh petugas,” katanya.
Ia menilai semangat pelayanan petugas haji tahun ini sangat tinggi.
Materi pelatihan disebut diikuti peserta dengan serius dan penuh perhatian. “Saya melihat pembagian pola kerja dan konsumsi sudah dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Irfan optimistis persiapan matang akan menghasilkan penyelenggaraan haji yang lebih baik.
Petugas telah dibagi ke dalam tiga daerah kerja, yakni Bandara, Madinah, dan Mekah. Mereka akan melayani sekitar 221 ribu jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
“Petugas menjadi perpanjangan tangan negara dalam melayani jamaah,” jelas Irfan.
Ia berharap persiapan panjang ini menghasilkan capaian pelayanan yang optimal.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 berlangsung selama tiga pekan hingga 30 Januari 2026. Lebih dari 1.500 petugas mengikuti pelatihan kedisiplinan, kekompakan, dan pemahaman alur haji.
Pelatihan meliputi baris-berbaris serta simulasi tugas operasional haji di lapangan. ***







