Berita  

Rahasia Umur Panjang dan Banyak Rejeki Dalam Islam

Silaturahmi dalam Islam diyakini dapat berkontribusi pada keberkahan umur dan rezeki. Hal itu diperkuat pandangan ulama dan doa yang dianjurkan saat bertamu. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Dalam ajaran Islam, ajal adalah ketetapan Allah SWT yang bersifat pasti. Alquran menegaskan bahwa waktu yang telah ditentukan tidak bisa dimajukan atau ditunda. Namun, Alquran tidak menjelaskan secara rinci kapan ajal seseorang akan tiba.

Ketidakjelasan inilah yang mendorong perenungan, apakah manusia tidak memiliki peran dalam upaya memperpanjang umur atau melapangkan rezeki?

Salah satu hadis yang sering dikutip dalam konteks ini adalah sabda Rasulullah SAW:

عَن ابْن شهاب أَخْبَرَنٍيْ أَنَس بْن مَالِك أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”

Artinya: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa silaturahmi memiliki dampak besar dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, ukhuwah atau persaudaraan sesama manusia sangat dihargai, karena mencerminkan sifat Allah yang Maha Pengasih, yaitu ar-Rahman.

Para ulama memiliki perbedaan pandangan tentang makna “dipanjangkan umurnya” dalam hadis ini. Sebagian memahami secara hakiki, yakni Allah SWT menambah usia seseorang sebagai buah amal kebaikan, terutama dalam menjaga hubungan keluarga.

Sementara, sebagian ulama lainnya menafsirkannya secara majazi, yakni berkah hidup berupa produktivitas, kebaikan yang luas manfaatnya, serta nama baik yang terus dikenang meskipun seseorang telah wafat.

Meski tafsiran berbeda, para ulama sepakat bahwa silaturahmi membawa dampak positif, baik secara spiritual maupun sosial.

Silaturahmi bukan sekadar ajaran moral, melainkan juga memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan keluarga yang harmonis dapat menciptakan ketenangan batin, mengurangi konflik, dan menekan tingkat stres.

Kesehatan mental yang baik akan berdampak positif pada kesehatan fisik dan daya tahan tubuh.

Penelitian modern menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat mempercepat penuaan dan memicu berbagai penyakit. Sebaliknya, hidup harmonis dengan dukungan sosial yang kuat berkontribusi pada umur panjang dan kualitas hidup yang lebih baik.

Namun, menurut ulama muda NU, KH Bahaudin Nur Salim (Gus Baha), silaturahmi harus dilakukan dengan ilmu. Ketika bertamu ke rumah seseorang, pastikan tuan rumah dalam keadaan nyaman.

Gus Baha menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya sekadar sering bertamu, tetapi juga memperhatikan tata krama agar tidak mempersulit orang lain.

Rezeki dalam Islam tidak hanya terbatas pada materi, tetapi mencakup kesehatan, ketenangan, keluarga yang rukun, serta kemudahan dalam berbagai urusan hidup. Islam mengajarkan keseimbangan antara takdir dan ikhtiar.

Ketetapan Allah SWT tidak menghilangkan usaha manusia. Justru, umat Islam diperintahkan untuk berikhtiar melalui amal saleh, menjaga hubungan sosial, hidup sehat, dan menjauhi hal-hal yang merusak diri.

Dengan demikian, rahasia panjang umur dan rezeki dalam Islam bukan terletak pada melawan takdir, tetapi pada kesungguhan menjalani hidup sesuai tuntunan Ilahi.

Umur yang panjang dan rezeki yang melimpah akan bermakna jika dipenuhi dengan keberkahan dan amal kebajikan, serta manfaat bagi sesama.

Doa Saat Silaturahmi

Ketika berkunjung ke rumah orang lain, penting untuk mendoakan tuan rumah yang telah menyambut dengan ramah.

Berikut doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk tuan rumah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Latin: Allahumma barik lahum fiy maa rozaqtahum waghfirlahum warhamhum

Artinya: “Ya Allah, berilah mereka berkah dalam segala yang telah Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan sayangilah mereka.”

Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika berkunjung ke rumah sahabat Ubay yang telah menyuguhkan hidangan. Jika tamu lupa mendoakan tuan rumah, tuan rumah boleh mengingatkan agar doa tersebut dibacakan. Setelahnya, menjadi lebih baik jika tuan rumah pun mendoakan keselamatan untuk tamunya saat hendak pulang. ***