Berita  

Ribuan Rumah Muslim Dibongkar, Aktivis Kecam Keras

**Rumah Tokoh Islam Javed Mohammad Dibuldoser di India

SerambiMuslim.com — Lebih dari 7.000 rumah, sebagian besar milik komunitas Muslim, dihancurkan dalam operasi besar-besaran oleh Pemerintah Kota Ahmedabad (AMC) di wilayah Chandola Talab, Gujarat. Pembongkaran ini menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Otoritas setempat mengklaim langkah tersebut dilakukan demi alasan keamanan nasional pasca serangan di Pahalgam pada 26 April lalu. Mereka menuduh kawasan tersebut dihuni oleh imigran ilegal asal Bangladesh.

Sejak insiden tersebut, lebih dari 6.500 orang—kebanyakan Muslim—telah ditahan untuk pemeriksaan kewarganegaraan. Operasi pembongkaran dilanjutkan setelah Pengadilan Tinggi Gujarat mengizinkan tindakan serupa pada 28 April, dengan menyatakan bahwa pembangunan di lahan sekitar danau Chandola bersifat ilegal.

Sebanyak 4.000 gubuk di daerah Siyasatnagar dan Bengali Vaas turut diratakan. Korban terdampak mayoritas merupakan pekerja harian, pemulung, dan pendatang dari Rajasthan, Madhya Pradesh, dan Bengal, yang telah menetap selama puluhan tahun dan memiliki dokumen resmi seperti kartu pemilih dan Aadhaar.

Langkah pemerintah ini menuai kecaman luas. Mujahid Nafees dari Komite Koordinasi Minoritas Gujarat menyebutnya sebagai tindakan sistematis yang menindas komunitas Muslim tanpa menyediakan hunian alternatif. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 orang ditahan atas tuduhan sebagai warga Bangladesh, namun 850 di antaranya akhirnya dibebaskan karena terbukti warga negara India.

“Ini adalah upaya menutupi kegagalan administratif dengan menghukum masyarakat secara kolektif,” ujarnya.

Senada, Wasif Hussain dari Jamaat-e-Islami Hind Gujarat menilai pembongkaran dilakukan secara berlebihan dan tidak manusiawi. Menurutnya, banyak warga dipaksa keluar tanpa waktu persiapan, meski memiliki dokumen kewarganegaraan sah.

Para aktivis mendesak pemerintah untuk segera menyediakan perumahan alternatif bagi warga terdampak dan menghentikan operasi pembongkaran yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan.