SerambiMuslim.com – Para astronom menemukan usia alam semesta sejalan dengan isyarat Alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Kajian ilmiah menyatakan, usia alam semesta dapat dianalogikan sebagai “tiga menit” dari satu hari penuh.
Analogi ini menegaskan manusia kini berada pada fase akhir perjalanan kosmik, sebagaimana disebut dalam wahyu Illahi.
Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menulis dalam bukunya Asyratus sa’ah al-hasyru wa qiyamus sa’ah. Ia menceritakan hal itu di konferensi ilmiah di Brussels, Belgia, tahun 1990, yang dihadiri ratusan astronom dari seluruh dunia.
Para ilmuwan memaparkan hasil penelitian mengenai penciptaan galaksi, bintang, planet, satelit, dan umur alam semesta.
Hasil penelitian berupa angka-angka panjang sulit dipahami oleh orang awam. Banyak angka dicatat hingga meter-meter karena panjangnya bilangan dan nol yang sangat banyak.
Para astronom menyederhanakan angka, misalnya satu miliar menjadi (O) dan seratus miliar menjadi (XO).
Akhirnya mereka menyamakan umur alam semesta menjadi satu hari penuh atau 24 jam.
Pada jam pertama Allah menciptakan galaksi dan bintang-bintang, jumlahnya melebihi ribuan miliar.
Jam kedua Allah memisahkan galaksi-galaksi tersebut, membentuk struktur kosmik yang rapi. Kemudian, pada jam ketiga Allah menciptakan planet, satelit, dan meteor yang melintasi ruang angkasa.
selanjutnya, jam keempat, bintang dan galaksi ditempatkan pada posisi masing-masing.
seterusnya, jam kelima Allah menciptakan lebih banyak planet dan satelit dari galaksi yang terpisah. Dan, jam keenam, semua ini dijadikan gugusan bintang dan langit-langit sesuai tingkatan yang teratur.
Jam terakhir (ke-24), Allah menciptakan bumi, tanah, gunung, lautan, sungai, tumbuhan, dan makhluk hidup. Hewan, serangga, dan makhluk laut diciptakan selanjutnya.
Allah menetapkan rezeki makhluk pada bagian-bagian jam terakhir tersebut. Manusia diciptakan pada 10 menit terakhir dari satu jam terakhir atau 10 menit terakhir hari itu.
Kini, manusia telah menjalani tujuh dari sepuluh menit tersebut, tersisa hanya tiga menit.
Para astronom menegaskan manusia hidup di akhir menit terakhir alam semesta. Satu jam dari umur alam semesta menyamai miliaran tahun, sedangkan satu menit menyamai jutaan tahun.
Alam semesta pasti berakhir, meski pakar berbeda pendapat soal waktu pastinya. Semua temuan astronomi ini tidak bertentangan dengan Alquran, hadits, akal, logika, dan hipotesa ilmiah.
Alquran dan Hadits Tegaskan Kiamat Sudah Dekat
Pernyataan para ahli astronomi memperkuat apa yang dijelaskan dalam ayat-ayat Alquran.
Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa hari Kiamat semakin dekat.
Seandainya kiamat jauh, Allah tidak akan menyebutnya sama sekali dalam kitab-Nya. Jika jarak kiamat menurut ilmu Allah ribuan tahun, Dia tidak akan menyebutnya “dekat”.
Allah menggunakan bahasa retoris untuk menyampaikan bahwa kiamat sudah dekat tanpa penjelasan panjang.
Berikut ini beberapa ayat yang menunjukkan dekatnya hari Kiamat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ وَالْمِيْزَانَ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيْبٌ
“Allah menurunkan Kitab dengan benar dan menegakkan keadilan. Mungkin hari Kiamat sudah dekat.” (QS Asy-Syura:17)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَّنَرٰىهُ قَرِيْبًاۗ
“Dan Kami melihat hari Kiamat itu dekat pasti terjadi.” (QS Al-Ma‘arij:7)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَسْـَٔلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا
“Orang bertanya kepadamu tentang hari Kiamat. Katakan, pengetahuan itu hanya di sisi Allah. Mungkin hari Kiamat sudah dekat.” (QS Al-Ahzab:63)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
“Hari Kiamat makin dekat dan bulan pun terbelah.” (QS Al-Qamar:1)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jarak antara aku diutus dan kiamat seperti dua jari ini,” sambil menunjukkan telunjuk dan jari tengah. (HR Bukhari & Muslim). ***






