Serambimuslim.com– Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam dari Palestina kepada Indonesia atas dukungan yang konsisten dalam perjuangan kemerdekaan Palestina.
Melalui sambutannya di acara “Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina,” yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu, Zuhair menyampaikan pesan solidaritas dan penghormatan dari seluruh rakyat Palestina kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia.
“Salam dari bangsa Palestina disertai apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya untuk seluruh yang hadir, seluruh bangsa Indonesia, dan kepada Pemerintah Indonesia, tokoh-tokoh pemimpin Indonesia, atas dukungannya terhadap Palestina,” ungkap Zuhair.
Dengan penuh rasa syukur, ia menyatakan, “Terima kasih banyak.”
Kehadirannya dalam acara ini sekaligus menegaskan betapa pentingnya dukungan dari Indonesia di mata Palestina, yang menghadapi tantangan besar dalam mencapai hak mereka atas kemerdekaan.
Zuhair juga menyampaikan harapannya agar rakyat Palestina serta semua pihak yang mendukung perjuangan mereka dapat menyaksikan terwujudnya impian bersama: Palestina yang merdeka dan bebas dari penindasan.
Dukungan Indonesia, baik dari pemerintah maupun masyarakatnya, merupakan simbol penting bagi Palestina dan menjadi bukti nyata bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendiri.
Di sisi lain, kondisi terkini di Palestina sangat memprihatinkan. Konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina telah memakan banyak korban jiwa, terutama di Jalur Gaza.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina per Jumat, 3 November, menunjukkan bahwa jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat serangan yang berlangsung sejak awal Oktober 2023 mencapai angka 9.227 jiwa.
Dari jumlah tersebut, terdapat 3.826 anak-anak dan 2.405 perempuan. Jumlah korban yang tinggi di kalangan anak-anak dan perempuan menunjukkan bahwa penduduk sipil menjadi korban utama dalam eskalasi kekerasan ini.
Selain itu, masih terdapat sekitar 1.200 anak yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan akibat serangan udara yang menghancurkan berbagai wilayah pemukiman.
Konflik ini memanas setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian direspons oleh Israel dengan serangan balik tanpa henti di Gaza.
Aksi militer ini memperparah kondisi di wilayah Gaza yang telah terblokade selama bertahun-tahun.
Israel memperketat blokade di Jalur Gaza dengan memutus pasokan bahan bakar dan listrik, yang mengakibatkan warga di wilayah tersebut kesulitan mengakses kebutuhan dasar.
Pembatasan ketat juga dilakukan terhadap pasokan air bersih, makanan, dan obat-obatan, membuat situasi kemanusiaan di Gaza semakin krisis.
Blokade ini tidak hanya menghambat kehidupan sehari-hari, tetapi juga menghalangi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi penduduk Gaza yang terjebak dalam konflik.
Sebagai bentuk solidaritas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan resolusi pada 27 Oktober 2023 yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Resolusi ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan dan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan untuk warga sipil yang terdampak.
Namun, upaya ini belum menemui titik terang, karena Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menyatakan bahwa tidak akan ada gencatan senjata di Jalur Gaza.
Pernyataan Netanyahu ini memperlihatkan bahwa konflik mungkin akan terus berlanjut tanpa adanya jeda kemanusiaan, yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi penderitaan penduduk sipil di Gaza.
Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, suara dari negara-negara seperti Indonesia menjadi sangat penting dalam mendesak komunitas internasional untuk lebih proaktif dalam mendorong solusi damai.
Indonesia selama ini telah secara konsisten menunjukkan dukungan untuk Palestina di forum internasional, termasuk dalam sidang-sidang PBB, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan pertemuan-pertemuan internasional lainnya.
Kehadiran Duta Besar Zuhair Al-Shun di Indonesia tidak hanya untuk menyampaikan rasa terima kasih, tetapi juga sebagai pengingat bahwa dukungan politik dan kemanusiaan dari masyarakat global, termasuk Indonesia, merupakan kekuatan besar bagi Palestina dalam menghadapi situasi yang sangat menantang.
Acara solidaritas seperti “Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina” menjadi salah satu bentuk nyata dukungan dari masyarakat Indonesia, menunjukkan bahwa isu Palestina masih menjadi perhatian yang mendalam.
Aksi ini bukan sekadar dukungan moral, tetapi juga simbol persahabatan dan komitmen masyarakat Indonesia terhadap kemanusiaan, hak asasi manusia, dan perdamaian global.
Di tengah krisis yang sedang berlangsung, dukungan ini memberikan harapan bagi rakyat Palestina yang terus berjuang untuk mendapatkan kebebasan, keamanan, dan kehidupan yang layak.
Melalui pesan Duta Besar Zuhair Al-Shun, rakyat Palestina menyampaikan penghargaan yang mendalam kepada Indonesia, dan berharap agar persahabatan serta dukungan ini terus berlanjut sampai Palestina benar-benar mencapai kemerdekaannya.








