Menag: Madrasah Bukan Lagi Pilihan Kedua!

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut madrasah semakin kompetitif melalui penguatan akademik, fasilitas pendidikan, dan karakter siswa. (FOTO: Pexels/ILUSTRASI)

SerambiMuslim.com – Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar menegaskan madrasah kini memiliki peluang semakin besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing.

Menurut Nasaruddin, penguatan tersebut terlihat melalui pengembangan MAN Insan Cendekia dan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi.

Ia mengatakan peningkatan kualitas madrasah harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik.

“Madrasah sekarang sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Yang juga penting, anak-anak madrasah tidak hanya kita persiapkan unggul secara akademik, tetapi akhlakul karimah harus tetap menjadi kekuatannya,” kata Menag pekan kemarin.

Penguatan kualitas madrasah juga dilakukan melalui peningkatan fasilitas pembelajaran di berbagai daerah. Pada 2025, sebanyak 74 madrasah menerima manfaat program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Sebanyak 203 madrasah juga memperoleh sarana Tes Kemampuan Akademik atau TKA pada tahun yang sama.

Selain itu, 351 madrasah mendapatkan sarana Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Agama turut menyalurkan 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah. Fasilitas tersebut diberikan untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

Akses Pendidikan Diperluas

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa.

Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 5.180.170 siswa menerima manfaat Program Indonesia Pintar atau PIP. Sementara itu, sebanyak 289.255 mahasiswa tercatat menerima manfaat KIP Kuliah.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Pada jenjang pendidikan tinggi, Nasaruddin juga menekankan pentingnya perguruan tinggi keagamaan meningkatkan kualitas riset.

Ia mendorong perguruan tinggi menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita selalu mengatakan, jangan sampai kita hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan,” kata dia.

Kemenag Pulihkan 490 Madrasah Terdampak Bencana

Sebelumnya, Kementerian Agama mengalokasikan Rp85,84 miliar untuk memulihkan 490 madrasah terdampak bencana di Sumatra.

Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah negeri maupun swasta pada Tahun Anggaran 2026.

Dari 490 madrasah penerima bantuan, sebanyak 167 merupakan madrasah negeri. Sementara itu, sebanyak 323 lainnya merupakan madrasah swasta.

Program tersebut ditujukan untuk mengembalikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana.

Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar di madrasah terdampak dapat kembali berjalan.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim berharap proses pembangunan dapat segera diselesaikan.

“Saya berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,” ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim. (*)