MTQ Pelajar se-Kota Tangerang Digelar 15-27 Juni 2026

Pemkot Tangerang menggelar MTQ tingkat pelajar pertama sebagai rangkaian Festival Al-A'zhom 2026. Ajang ini menjadi wadah pembinaan qori dan qoriah muda. (Foto: NU Online/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Pemerintah Kota Tangerang menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat pelajar untuk pertama kalinya sebagai bagian dari rangkaian Festival Al-A’zhom ke-13 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Masjid Raya Al-A’zhom, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Festival berlangsung selama 13 hari, mulai 15 hingga 27 Juni 2026.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang, Mulyani, mengatakan MTQ pelajar perdana mengusung tema “Ayo Bersama Kita Mengukir Prestasi”.

Kompetisi ini diikuti pelajar dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Kota Tangerang. Pelaksanaan lomba berlangsung selama dua hari, yakni 17-18 Juni 2026.

Menurut Mulyani, penyelenggaraan MTQ pelajar merupakan bagian dari implementasi program Tangerang Mengaji sekaligus upaya menyiapkan kader qori dan qoriah sejak usia sekolah.

“MTQ pelajar ini menjadi sarana untuk menjaring dan membina bibit-bibit unggul dari sekolah maupun madrasah di Kota Tangerang,” ujar Mulyani.

Ia menjelaskan, peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Tangerang hingga tingkat Provinsi Banten.

Dalam kompetisi tersebut, panitia membuka sejumlah cabang lomba. Di antaranya kategori Tartil untuk peserta usia maksimal 13 tahun, Tilawah Anak dan Remaja usia maksimal 15 tahun, Tahfidz 1 Juz, Tahfidz 5 Juz, Fahmil Qur’an, serta Syahril Qur’an.

Mulyani berharap ajang tersebut mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

“Melalui MTQ tingkat pelajar ini diharapkan lahir generasi Qur’ani yang unggul dalam prestasi serta kokoh dalam akhlak dan karakter,” katanya.

Selain MTQ, Festival Al-A’zhom juga menjadi agenda tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat Kota Tangerang.

Menurutnya, keberlangsungan festival selama ini tidak terlepas dari semangat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Semangat kebersamaan ini menunjukkan bahwa Festival Al-A’zhom merupakan milik bersama yang terus dijaga dan dibesarkan oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang,” ungkap Mulyani.

Ia berharap Festival Al-A’zhom tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

“Saya berharap Festival Al-A’zhom tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kuliner halal, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kebersamaan,” pungkasnya. (*)