Gus Ipul Bocorkan Kriteria Ketua Umum PBNU yang Baru

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kiri) bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar. Gus Ipul mengungkap posisi strategis yang kerap melahirkan Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. (Foto: Instagram Gus Ipul)

SerambiMuslim.com – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkap sejumlah posisi strategis yang selama ini memiliki rekam jejak kuat dalam melahirkan pemimpin tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Menurut Gus Ipul, jika menilik perjalanan kepemimpinan NU dalam empat dekade terakhir, jabatan Katib Aam PBNU menjadi salah satu posisi yang kerap menjadi batu loncatan menuju kursi Ketua Umum PBNU.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh yang pernah menempati posisi tersebut sebelum akhirnya dipercaya memimpin PBNU. Mereka antara lain KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Muzadi, dan KH Yahya Cholil Staquf.

“Kalau ditarik dalam sekitar 40 tahun terakhir, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Itu menunjukkan posisi tersebut memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam melahirkan pemimpin NU,” ujar Gus Ipul, Rabu, 17 Juni 2026.

Selain Katib Aam, Gus Ipul menilai jabatan Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga memiliki peluang besar melahirkan figur pemimpin nasional di lingkungan NU.

Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang pernah menjabat Sekjen PBNU sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Sementara almarhum KH Hasyim Muzadi meniti karier kepemimpinan nasional NU setelah memimpin PWNU Jawa Timur.

“Kalau melihat statistik, yang pernah menjadi Sekjen punya peluang, yang pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur punya peluang, dan yang pernah menjadi Katib Aam juga punya peluang,” kata Gus Ipul.

Meski belum menyebut nama secara rinci, Gus Ipul mengakui sejumlah tokoh NU kini mulai ramai diperbincangkan menjelang Muktamar ke-35 NU. Dinamika tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.

Muktamar NU mendatang diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan sekaligus memilih figur yang akan memimpin PBNU untuk periode berikutnya. (*)