Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Bentuk Tim Pelacak Jemaah

Ilustrasi Pelaksanaan Haji
Arab Saudi meningkatkan layanan medis, kemanusiaan, dan evakuasi darurat selama puncak Haji 2026 di Makkah dan tempat-tempat suci guna mendukung jutaan jemaah. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Otoritas Arab Saudi meningkatkan berbagai layanan lapangan, medis, dan kemanusiaan selama puncak pelaksanaan ibadah haji 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan jutaan jemaah yang memadati Makkah serta kawasan suci lainnya.

Dilansir dari Arab News, Jumat, 29 Mei 2026, pemerintah Saudi mengerahkan tim khusus, unit darurat, hingga ribuan sukarelawan untuk mendukung kelancaran operasional haji tahun ini.

Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyebutkan pihaknya telah menurunkan tim lapangan di seluruh wilayah Makkah dan tempat-tempat suci untuk membantu mengidentifikasi jemaah yang dirawat di rumah sakit maupun yang dilaporkan hilang selama musim haji.

“Tim lapangan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengidentifikasi pasien di rumah sakit dan pusat layanan kesehatan,” demikian laporan Kantor Berita Saudi (SPA).

Selain itu, proses identifikasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan program Nusuk Care milik Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan identitas jemaah yang terpisah dari rombongan.

Pihak berwenang menyatakan seluruh petugas telah dibekali teknologi seluler modern sehingga proses verifikasi identitas dapat dilakukan langsung di lokasi. Seluruh laporan juga dipantau melalui pusat komando dan kendali Haji dan Umrah di Makkah.

Di sisi lain, Asosiasi Pramuka Arab Saudi turut memperluas layanan sukarelawan untuk membantu pergerakan jemaah menuju Mina pada Hari Tarwiyah. Tim pramuka disiagakan di sejumlah jalur utama, koridor, dan area perkemahan jemaah.

Para relawan memberikan panduan perjalanan, bantuan kemanusiaan, hingga pendampingan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka juga membantu mempertemukan jamaah yang tersesat dengan kelompok masing-masing.

Lebih dari 350 anggota pramuka dan pembina turut ditempatkan di tujuh rumah sakit dan tujuh pusat kesehatan di Makkah serta kawasan suci lainnya untuk mendukung pelayanan Kementerian Kesehatan.

“Mereka membantu pengaturan arus pengunjung, mendampingi pasien, serta mengangkut jemaah lanjut usia menggunakan kursi roda,” tulis laporan tersebut.