Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Bentuk Tim Pelacak Jemaah

Ilustrasi Pelaksanaan Haji
Arab Saudi meningkatkan layanan medis, kemanusiaan, dan evakuasi darurat selama puncak Haji 2026 di Makkah dan tempat-tempat suci guna mendukung jutaan jemaah. (Foto: Int/Ilustrasi)

Sementara itu, Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi meningkatkan status kesiapsiagaan operasional hingga kapasitas penuh selama Iduladha. Langkah ini dilakukan dengan memperluas layanan medis darurat di area Makkah dan tempat-tempat suci, khususnya saat prosesi lempar jumrah dan tawaf Al-Ifadah.

Sistem tanggap darurat yang diterapkan mencakup pusat layanan medis permanen, unit reaksi cepat, ambulans motor, hingga tim pejalan kaki yang dirancang untuk menjangkau pasien lebih cepat di area padat jemaah.

Pemerintah Saudi juga mengoperasikan ambulans berteknologi medis canggih yang didukung koordinasi lintas lembaga guna memastikan pelayanan optimal bagi jemaah.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengungkapkan bahwa layanan evakuasi medis udara turut dilibatkan dalam operasional haji tahun ini. Sebanyak empat pesawat khusus disiagakan untuk menangani transportasi medis darurat bagi jemaah haji.

Pesawat-pesawat tersebut terhubung langsung dengan rumah sakit lapangan, pusat kesehatan, dan tim ambulans di kawasan suci guna mempercepat penanganan pasien dalam kondisi kritis.

Kementerian menambahkan armada evakuasi medis udara juga tetap melayani pemindahan pasien di dalam maupun luar Arab Saudi sebagai bagian dari sistem layanan kesehatan terpadu selama musim haji.

Pada pelaksanaan Haji 2026, Arab Saudi diketahui mengerahkan ratusan ribu personel dan relawan untuk mendukung salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi juga terus memperkuat infrastruktur, sistem pengaturan kerumunan, teknologi layanan digital, serta kemampuan respons darurat demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji. (*)