Cara Membaca Alquran bagi Wanita Haid

Tadarus Alquran menjadi amalan utama di bulan Ramadhan. Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, membaca Alquran juga mendatangkan doa malaikat dan keberkahan dalam kehidupan. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Alquran adalah pedoman hidup bagi umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

Allah SWT dalam surah al-Ankabut ayat 45 berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat.” (QS. al-Ankabut: 45)

Ayat ini mengingatkan umat Islam untuk senantiasa membaca Alquran. Namun, muncul perdebatan mengenai wanita yang sedang haid, apakah mereka diperbolehkan untuk membaca Alquran.

Beberapa orang masih berkeyakinan bahwa wanita haid tidak boleh membawa atau membaca Alquran, padahal hal ini tidak sepenuhnya benar.

Solusi bagi Wanita Haid untuk Membaca Alquran

Wanita yang sedang haid tetap diperbolehkan untuk membaca Alquran dengan beberapa solusi yang dapat diikuti, di antaranya:

1. Membaca dengan Pembatas

Salah satu solusi adalah dengan membaca Alquran menggunakan pembatas, seperti kain, sehingga tidak menyentuh langsung mushaf. Menurut Syaikh Ibnu Baz dalam Majmu Fatawa Ibnu Baz, wanita haid boleh membaca Alquran dengan cara ini, selama tidak menyentuh langsung mushaf.

2. Membaca Kitab Tafsir Alquran

Beberapa ulama berpendapat bahwa kitab tafsir, yang sering memuat terjemahan Alquran, bisa dibaca oleh wanita haid.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa kitab tafsir yang lebih banyak memuat penjelasan dari ayat-ayat Alquran, bukan mushaf murni, sehingga tidak ada masalah bagi wanita haid untuk membacanya. Dengan demikian, kitab tafsir dapat dijadikan alternatif bagi wanita haid yang ingin terus membaca dan memahami Alquran.

Pahala Membaca Alquran

Membaca Alquran adalah amal yang sangat mulia, apalagi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah juga menegaskan dalam hadis lainnya:

“Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari Alquran dan mengamalkannya.” (HR. Tirmidzi)

Sibuk dengan Alquran di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat tepat untuk lebih menyibukkan diri dengan membaca Alquran.

Allah SWT berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia serta sebagai penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda antara hak dengan batil.” (QS. al-Baqarah: 185)

Di bulan suci ini, banyak kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang Alquran. Rasulullah SAW selalu mengingatkan umatnya untuk membaca Alquran dengan baik dan benar, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dzar:

“Hendaklah engkau membaca Alquran, karena itu akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan tabungan bagimu di langit.” (HR. Ibnu Hibban)

Tadarus Alquran: Bukan Hanya Membaca, Tapi Juga Memahami

Tadarus Alquran pada bulan Ramadan sangat dianjurkan. Tadarus tidak hanya tentang membaca, tetapi juga untuk memahami makna dari setiap ayat yang dibaca.

Rasulullah SAW menyarankan umat Islam untuk membaca Alquran dengan tartil, yaitu dengan perlahan dan mengerti maknanya.

Beliau sering berhenti untuk berdoa ketika menemukan ayat-ayat doa, beristighfar saat menemukan ayat istighfar, dan bersujud pada ayat sajdah.

Alquran Pembela di Akhirat

Selain memberikan petunjuk hidup, Alquran juga akan menjadi saksi bagi pembacanya di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Alquran itu menjadi bukti yang mendukungmu atau menentangmu.” (HR. Muslim)

Jika seseorang rajin membaca dan mengamalkan ajaran Alquran, maka Alquran akan menjadi pembela dan syafaat baginya di hari kiamat. Namun, jika ia jarang membacanya, Alquran akan menjadi saksi bahwa ia tidak memanfaatkannya. ***