Dua Amalan Ringan yang Dianjurkan di Bulan Ramadan

Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa sebagai penutup rangkaian ibadah yang telah dijalani selama satu bulan penuh. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Bulan penuh ampunan ini menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal meraih rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.

Dalam berbagai riwayat, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya agar menghidupkan Ramadan dengan amalan-amalan yang ringan di lisan, namun besar nilainya di sisi Allah SWT.

Di antara amalan tersebut adalah memperbanyak bacaan kalimat tauhid dan istighfar.

Keutamaan Kalimat Tauhid “Laa Ilaaha Illallah”

Kalimat Laa ilaaha illallah dikenal sebagai kalimat thayyibah dan zikir paling utama. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa kalimat ini memiliki keutamaan yang sangat agung.

Dalam kitab Misykat al-Mashabih, sahabat Abu Sa’id al-Khudri RA meriwayatkan kisah ketika Nabi Musa AS memohon kepada Allah SWT agar diajarkan satu kalimat khusus untuk berzikir. Allah SWT memerintahkannya membaca Laa ilaaha illallah.

Ketika Nabi Musa AS meminta kalimat lain yang lebih khusus, Allah SWT menjelaskan bahwa apabila tujuh lapis langit dan bumi diletakkan di satu sisi timbangan, sementara kalimat Laa ilaaha illallah di sisi lainnya, maka kalimat tersebut lebih berat timbangannya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa siapa yang mengucapkannya dengan penuh keikhlasan, maka pintu-pintu langit akan terbuka baginya hingga mencapai Arsy Allah SWT, selama ia tidak terjerumus dalam dosa syirik.

Alquran dengan tegas menyatakan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni jika tidak disertai tobat. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 116 bahwa Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW melarang para sahabat mudah menuduh seseorang sebagai munafik selama ia mengucapkan kalimat tauhid dengan mengharap ridha Allah.

Bahkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa siapa saja yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah dengan keyakinan penuh di dalam hati, maka ia akan mendapatkan kabar gembira berupa surga.

Sahabat Abu Dzar al-Ghifari RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, siapa yang meninggal dalam keadaan berpegang teguh pada kalimat tauhid, maka ia akan masuk surga, meskipun pernah melakukan dosa besar seperti zina atau mencuri, selama tidak menyekutukan Allah dan tetap memiliki keimanan.

Hal ini menunjukkan bahwa kalimat tauhid adalah fondasi utama keislaman dan kunci keselamatan di akhirat.

Keutamaan Memperbanyak Istighfar

Selain tauhid, amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah memperbanyak istighfar, yakni memohon ampunan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 199 agar hamba-Nya senantiasa memohon ampun karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam Surah Ali Imran ayat 135 juga disebutkan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang ketika berbuat dosa segera mengingat Allah dan memohon ampun, serta tidak mengulangi kesalahannya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, menghilangkan kegelisahan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Hadis ini diriwayatkan antara lain oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT menjelaskan bahwa istighfar menjadi sebab turunnya hujan, bertambahnya harta dan keturunan, serta keberkahan dalam kehidupan.

Ulama tafsir seperti Muhammad al-Shawkani dalam kitab Fathul Qadir menjelaskan bahwa istighfar merupakan salah satu faktor terbesar turunnya keberkahan dan rezeki dari Allah SWT.

Istighfar bukan sekadar menutup dosa, melainkan benar-benar menghapusnya apabila disertai tobat yang sungguh-sungguh.

Menghidupkan Ramadan dengan Dua Amalan Utama

Bulan Ramadan adalah momentum pembersihan jiwa. Memperbanyak bacaan Laa ilaaha illallah akan menguatkan tauhid dan mempertebal keimanan. Sementara istighfar membersihkan hati dari noda dosa.

Dua amalan ini sangat ringan dilakukan, tidak memerlukan biaya, tidak dibatasi tempat dan waktu, namun memiliki keutamaan yang sangat besar.

Semoga Ramadan 1447 H menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk memperbanyak tauhid dan istighfar, sehingga meraih ampunan, keberkahan, dan keselamatan dunia serta akhirat. ***