SerambiMuslim.com – Sakaratul maut merupakan fase terakhir yang akan dialami setiap manusia sebelum meninggal dunia. Alquran dan hadits menjelaskan bahwa pada masa tersebut seseorang dapat mengalami beberapa keadaan sebagai bagian dari proses menuju kematian.
Dalam Islam, sakaratul maut merupakan ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Karena itu, memahami fase ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk mempersiapkan bekal amal sebelum ajal tiba.
Pengertian Sakaratul Maut
Allah SWT berfirman dalam Surah Qaf ayat 19:
وَجَاۤءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۗذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ
Latin: Wa jā’at sakratul-mauti bil-ḥaqq(i), żālika mā kunta minhu taḥīd(u).
Artinya: “(Seketika itu) datanglah sakratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak engkau hindari.”
Dalam buku “Islam Proporsional (Selami Makna dan Berilmu Amaliah)” karya Dr. Husaen Pinang, S.Ag., M.Ag., dijelaskan bahwa sakaratul maut berasal dari kata sakar yang berarti mabuk atau hilang kesadaran, serta al-maut yang berarti kematian.
Sakaratul maut adalah fase ketika seseorang mulai kehilangan kesadaran menjelang wafat sehingga tidak lagi menyadari keadaan di sekitarnya.
Hal yang Terjadi Menjelang Sakaratul Maut
Berikut beberapa keadaan yang dijelaskan dalam Alquran dan hadits mengenai sakaratul maut.
1. Mengeluarkan Keringat
Salah satu tanda yang disebutkan dalam hadits adalah keluarnya keringat ketika seorang mukmin menghadapi kematian.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya nyawa seorang mukmin keluar sambil berkeringat. Dan aku tidak menyukai kematian seperti kematian himar.” Ketika para sahabat bertanya tentang kematian himar, Rasulullah SAW menjawab, “Yakni kematian mengejutkan.” (HR At-Tirmidzi)
2. Merasakan Sakit yang Sangat Hebat
Menjelang sakaratul maut, seseorang dapat merasakan sakit yang sangat berat.
Dalam buku “Dahsyatnya Petaka Kiamat” karya Mohd Zuhdi Ahmad Khasasi dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengibaratkan rasa sakit tersebut seperti tusukan ratusan pedang.
“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan 300 pedang.” (HR At-Tirmidzi)
3. Melihat Malaikat Maut
Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa orang yang menjelang wafat akan melihat malaikat maut.
Namun, tidak semua riwayat mengenai hal tersebut memiliki derajat yang kuat.
Dalam buku “Kehidupan Setelah Kematian: Surga yang Dijanjikan,” M. Quraish Shihab mengutip riwayat tentang Nabi Ibrahim AS yang meminta malaikat maut menampakkan wujudnya saat mencabut nyawa orang mukmin dan orang kafir.
Riwayat tersebut menggambarkan malaikat maut berwujud sangat mengerikan ketika mencabut nyawa orang kafir.
Meski demikian, riwayat yang dinukil dari Abu Nu’aim dan dikutip Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah dinilai lemah (dhaif) setelah penelitian sanad oleh Hamid Ahmad Al-Basuni, guru besar ilmu hadits Universitas Al-Azhar Mesir.
4. Orang Zalim Mengalami Kesengsaraan yang Sangat Dahsyat
Alquran menjelaskan bahwa orang-orang zalim menghadapi keadaan yang sangat berat saat sakaratul maut.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 93:
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ قَالَ اُوْحِيَ اِلَيَّ وَلَمْ يُوْحَ اِلَيْهِ شَيْءٌ وَّمَنْ قَالَ سَاُنْزِلُ مِثْلَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ ۗوَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ غَمَرٰتِ الْمَوْتِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ بَاسِطُوْٓا اَيْدِيْهِمْۚ اَخْرِجُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ اٰيٰتِهٖ تَسْتَكْبِرُوْنَ
Latin: Wa man aẓlamu mimmaniftarā ‘alallāhi każiban au qāla ūḥiya ilayya wa lam yūḥa ilaihi syai’uw wa man qāla sa’unzilu miṡla mā anzalallāh(u), wa lau tarā iżiẓ-ẓālimūna fī gamarātil-mauti wal-malā’ikatu bāsiṭū aidīhim, akhirjū anfusakum, al-yauma tujzauna ‘ażābal-hūni bimā kuntum taqūlūna ‘alallāhi gairal-ḥaqqi wa kuntum ‘an āyātihī tastakbirūn(a).
Artinya: “Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, ‘Telah diwahyukan kepadaku,’ padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, ‘Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.’ Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu!’ Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.”
Dalam Tafsir Ringkas Kementerian Agama dijelaskan bahwa ayat tersebut mengecam orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, mengaku menerima wahyu tanpa dasar, serta menolak ayat-ayat-Nya.
Saat menghadapi sakaratul maut, mereka digambarkan menerima perlakuan yang berat dari para malaikat dan memperoleh azab sebagai balasan atas kezaliman serta kesombongannya. (*)







