Fikih  

Doa Malam Rebo Wekasan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Zikir setelah sholat memiliki banyak keutamaan. Simak dalil, manfaat, serta bacaan zikir dan doa setelah sholat fardhu sesuai sunnah. (Foto: Int/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Rebo Wekasan merupakan sebutan untuk hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Sebagian masyarakat Muslim mengisi malam tersebut dengan doa dan amalan tolak bala.

Tradisi Rebo Wekasan berkembang di sejumlah masyarakat Muslim sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah.

Tradisi tersebut antara lain dikaitkan dengan anjuran Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi dalam kitab Fathul Malik al-Majid al-Muallaf li Naf’il ‘Abid wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid.

Kitab tersebut juga dikenal dengan nama Mujarrabat ad-Dairabi. Sebagaimana dinukil NU Online, terdapat sekitar 320 ribu bala bencana yang disebut turun pada Rabu terakhir bulan Safar.

Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan anggapan bahwa hari tersebut menjadi salah satu hari terberat sepanjang tahun.

Masyarakat yang mengikuti tradisi Rebo Wekasan kemudian melakukan sejumlah amalan untuk memohon perlindungan dari berbagai bala.

Dalam kitab Mujarabbat Ad-Dairabi disebutkan amalan berupa salat empat rakaat. Setiap rakaat diisi dengan bacaan tertentu setelah membaca Surah Al-Fatihah.

Bacaan tersebut meliputi Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali. Kemudian Surah Al-Ikhlas sebanyak lima kali.

Selanjutnya, Surah Al-Falaq dan An-Nas masing-masing dibaca satu kali. Setelah salam, orang tersebut dianjurkan membaca doa tertentu.

Dalam kitab tersebut dikatakan:

الْكَوْثَرَ} سَبْعَ عَشْرَةَ مَرَّةً، وَ {قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ} خَمْسَ مَرَّاتٍ، وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّةً، وَيَدْعُو مَرَّةً بَعْدَ السَّلَامِ بِهَذَا الدُّعَاءِ: حَفِظَهُ اللهُ بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيعِ الْبَلَايَا الَّتِي تَنْزِلُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَلَمْ يَحُمْ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلَايَا إِلَى تَمَامِ السَّنَةِ.

Artinya: “Barang siapa yang pada hari itu melaksanakan salat empat rakaat, yang dalam setiap rakaatnya setelah Al-Fatihah membaca Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali, Surah Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing sekali, lalu berdoa sekali setelah salam dengan doa berikut, maka Allah akan menjaganya dengan karunia-Nya dari segala bencana yang turun pada hari itu, serta tidak akan mendekatinya satu pun bencana dari bencana-bencana tersebut sampai akhir tahun.”

Tidak Ada Dalil Shahih tentang Amalan Rebo Wekasan

Meski menjadi tradisi di sebagian masyarakat, amalan khusus Rebo Wekasan perlu ditempatkan secara proporsional.

Tidak ada dalil shahih yang secara khusus menjadi dasar amalan Rebo Wekasan. Hal tersebut termasuk doa-doa yang secara khusus dikaitkan dengan tradisi tersebut.

Masyarakat yang meyakini tradisi Rebo Wekasan biasanya memanjatkan doa tolak bala atau doa yang berasal dari para ulama.

Berikut salah satu doa malam Rebo Wekasan yang dilansir dari laman MUI.

Doa Malam Rebo Wekasan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجْمِلُ، يَا مُتَفَضِّلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ وَبَنِيهَا، اكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيهِ، يَا كَافِي الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، ﴿فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin: Bismillâhirrahmânirrrahîm, Allāhumma yā syadīdal quwā, wa yā syadīdal mihāl, yā ‘azīzu, yā man dzallat li ‘izzatika jamī’u khalqika, ikfinī min syarri jamī’i khalqika. Yā muhsinu, yā mujmil, yā mutafadhdhil, yā mun’im, yā mutakarrim, yā man lā ilāha illā anta, irhamnī birahmatika, yā arhamar rāhimīn. Allāhumma bisirril Hasan wa akhīhi, wa jaddihi wa abīhi, wa ummihi wa banīha, ikfinī syarra hādzal yaum wa mā yanzilu fīhi, yā kāfiyal muhimmāt, yā dāfi’al baliyāt. Fasayakfīkahumullāhu wahuwa as-samī’ul ‘alīm. Hasbunallāhu wa ni’mal wakīl, wa lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm. Wa shāllallahu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “(Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Ya Allah, wahai Yang Maha Kuat, wahai Yang Maha Dahsyat dalam melakukan pembalasan, wahai Yang Maha Perkasa, wahai Dzat yang seluruh makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu, lindungilah aku dari kejahatan seluruh makhluk-Mu. Wahai Pemberi kebaikan, wahai Pemberi keindahan, wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pemberi nikmat, wahai Yang Maha Pemulia, wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.

Ya Allah, dengan rahasia al-Hasan dan saudaranya, kakeknya dan ayahnya, ibunya dan anak-anaknya, lindungilah aku dari kejahatan hari ini dan apa yang turun padanya. Wahai Yang Mencukupi segala urusan penting, wahai Yang Menolak segala bencana, “Maka Allah akan melindungimu dari mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan sebaik-baik pelindung. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya.”

Doa Rebo Wekasan dari Sebagian Orang Saleh

Selain doa tersebut, terdapat pula doa Rebo Wekasan yang dinisbatkan kepada sebagian orang saleh.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ، مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ. اَللّٰهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muḥammadin ṣalātan tunjīnā bihā min jamī’il-ahwāli wal-āfāti, wa taqḍī lanā bihā jamī’al-ḥājāti, wa tuṭahhirunā bihā min jamī’is-sayyi’āti, wa tarfa’unā bihā a’lad-darajāti, wa tuballighunā bihā aqshal-ghāyāti, min jamī’il-khairāti fil-ḥayāti wa ba’dal-mamāti. Allāhummashrif ‘annā syarra mā yanzilu minas-samā’i, wa mā yakhruju minal-ardhi, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr, wa shallallāhu Ta’ālā ‘alā Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa shaḥbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan rahmat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, memenuhi seluruh kebutuhan kami, menyucikan kami dari segala keburukan, mengangkat kami ke derajat yang paling tinggi, serta menyampaikan kami kepada puncak segala kebaikan, baik dalam kehidupan maupun setelah kematian. Ya Allah, jauhkanlah dari kami keburukan segala sesuatu yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.”

Dengan demikian, doa malam Rebo Wekasan pada dasarnya berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai ketakutan, musibah, dan bencana.

Namun, amalan khusus yang dikaitkan dengan Rebo Wekasan tidak memiliki dalil shahih. Karena itu, informasi mengenai tradisi tersebut perlu disampaikan dengan membedakan antara tradisi masyarakat dan tuntunan ibadah yang memiliki dasar syariat. (*)