Fikih  

Nafsu Makan Berubah Drastis, Benarkah Tanda Kematian?

FOTO: Int/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Perubahan nafsu makan secara drastis kerap disebut sebagai salah satu tanda seseorang mendekati kematian. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti ajal sudah dekat.

Secara medis, perubahan nafsu makan dapat terjadi akibat berbagai kondisi kesehatan. Kondisi tersebut juga umum dialami pasien dengan penyakit tertentu dan orang lanjut usia.

Sementara dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat pembahasan mengenai tanda-tanda yang disebut terjadi menjelang seseorang meninggal dunia.

Kematian sendiri merupakan sesuatu yang pasti dialami setiap makhluk bernyawa. Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 35.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.”

Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kematian akan datang. Tanda-tanda tertentu juga tidak dapat dijadikan kepastian seseorang akan meninggal.

Setiap orang dapat mengalami kondisi yang berbeda menjelang akhir kehidupannya.

Tanda Menjelang Kematian dalam Literatur Keislaman

Dalam buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh karya Iptu Rinto Nugroho, disebutkan sejumlah tanda yang dikaitkan dengan seseorang menjelang kematian.

Tanda tersebut disebut dapat muncul sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari, 1 hari, hingga sesaat sebelum kematian.

Pada tujuh hari sebelum kematian, disebutkan seseorang dapat mengalami rasa sakit yang luar biasa.

Sebagian ulama menyebut rasa sakit tersebut muncul di bagian dada. Ada pula yang menyebut rasa sakit terasa di bagian perut atas.

Rasa sakit tersebut disebut semakin terasa ketika memasuki waktu asar.

Selain rasa sakit, perubahan nafsu makan juga disebut sebagai salah satu tanda.

Seseorang dapat mengalami penurunan nafsu makan secara drastis. Namun, ada pula yang justru mengalami peningkatan nafsu makan.

Peningkatan tersebut disebut dapat melebihi kemampuan makan orang sehat pada umumnya.

Meski demikian, tanda-tanda tersebut merupakan keterangan dalam literatur tertentu. Kondisi tersebut tidak dapat dipastikan sebagai tanda medis seseorang akan meninggal.

Pandangan Medis soal Perubahan Nafsu Makan

Dari sisi medis, perubahan nafsu makan memang dapat terjadi pada seseorang yang mengalami penyakit tertentu.

Pada pasien kanker stadium akhir, misalnya, kehilangan nafsu makan merupakan kondisi yang cukup umum.

Cancer Research UK menyebut pasien kanker stadium akhir sering mengalami kehilangan nafsu makan. Kondisi tersebut terutama dapat terjadi dalam beberapa minggu menjelang kematian.

Ketika kondisi tubuh semakin melemah, kemampuan tubuh untuk mencerna makanan juga dapat menurun.

Perubahan nafsu makan tidak hanya dialami pasien kanker. Kondisi tersebut juga umum terjadi pada orang lanjut usia.

Penyebabnya dapat beragam dan tidak selalu berkaitan dengan seseorang yang mendekati kematian.

Penelitian mengenai pengalaman kehilangan nafsu makan pada lansia juga membahas sejumlah faktor yang memengaruhinya. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal BMC Geriatrics 24, 117 (2024).

Faktor biologis, psikologis, dan sosial dapat memengaruhi nafsu makan pada kelompok lanjut usia.

Dengan demikian, perubahan nafsu makan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai pertanda kematian.

Kondisi tersebut dapat menjadi gejala dari berbagai masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Tahapan Kehidupan Manusia Menurut Islam

Dalam ajaran Islam, manusia akan melalui sejumlah fase kehidupan sebelum menuju kehidupan akhirat.

Kehidupan dunia akan berakhir ketika seseorang mengalami kematian. Setelah itu, manusia memasuki alam barzakh atau alam kubur.

Kehidupan akhirat kemudian berlangsung setelah datangnya hari kiamat.

Said Hawwa dalam buku Al-Islam yang diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dan sejumlah penerjemah menjelaskan tahapan tersebut.

Manusia disebut akan melewati alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan alam akhirat.

Alam barzakh merupakan alam setelah kematian dan sebelum datangnya hari kiamat. Sementara alam akhirat merupakan kehidupan setelah kiamat.

Masing-masing alam memiliki ketentuan dan hukum tersendiri.

Said Hawwa juga menjelaskan bahwa setiap tingkatan alam memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan alam sebelumnya.

Alam dunia lebih luas dibandingkan alam rahim tempat manusia berada sebelum dilahirkan.

Sementara alam barzakh lebih luas daripada alam dunia karena menjadi bagian dari alam akhirat.

Adapun alam akhirat menjadi alam paling luas. Di alam tersebut manusia akan menjalani kehidupan setelah terjadinya kiamat.

Karena itu, perubahan nafsu makan dapat dilihat dari dua perspektif berbeda.

Secara medis, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Sementara dalam literatur keislaman, kondisi tersebut disebut dalam pembahasan tanda menjelang kematian.

Namun, tidak ada kepastian bahwa perubahan nafsu makan menjadi tanda seseorang akan meninggal dalam waktu tertentu. (*)