Fikih  

Benarkah Putih dan Hijau Warna Kesukaan Rasulullah SAW?

Benarkah putih dan hijau merupakan warna kesukaan Rasulullah SAW? (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Warna putih dan hijau kerap disebut sebagai warna kesukaan Rasulullah SAW. Namun, benarkah kedua warna tersebut memang menjadi pilihan favorit Nabi Muhammad SAW?

Bagi umat Islam, kehidupan Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek. Hal tersebut termasuk adab berpakaian dan kebiasaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Warna putih dan hijau sering dikaitkan dengan pakaian yang dikenakan Rasulullah SAW.

Putih dikenal sebagai warna yang bersih dan suci. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian putih untuk sejumlah keperluan, termasuk ketika beribadah.

Sementara itu, warna hijau disebut dalam Al-Qur’an sebagai salah satu warna pakaian penghuni surga.

Meski demikian, Rasulullah SAW tidak pernah secara eksplisit menyebut warna favoritnya.

Anggapan mengenai warna kesukaan Rasulullah SAW lebih banyak didasarkan pada sejumlah riwayat tentang perkataan dan kebiasaan beliau.

Putih Disebut sebagai Warna yang Disukai Rasulullah SAW

Warna putih sering dikaitkan dengan Rasulullah SAW karena memiliki nilai kebersihan dan kesucian.

Syaikh Abdul Wahab Abdussalam Thawilah dalam buku “Adab Berpakaian dan Berhias (Fikih Berhias)” mencatat sejumlah hadits mengenai keutamaan pakaian putih.

Dalam beberapa riwayat, pakaian putih disebut sebagai pakaian yang baik dan pernah dikenakan Rasulullah SAW.

Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda’, Rasulullah SAW bersabda:

“Pakaian yang paling bagus yang kalian pergunakan berkunjung kepada Allah, di kubur, dan masjid kalian adalah berwarna putih.”

Riwayat lainnya berasal dari Abu Dzarr.

Ia menceritakan pernah mendatangi Rasulullah SAW ketika beliau sedang tertidur. Saat itu, Rasulullah SAW disebut mengenakan pakaian berwarna putih.

Keutamaan pakaian putih juga disebut dalam hadits yang diriwayatkan Samurah bin Jundub.

Rasulullah SAW bersabda:

“Kenakanlah pakaian putih kalian, karena ia lebih bersih dan lebih baik, dan kafankanlah dengannya orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian.”

Hadits tersebut menunjukkan adanya anjuran mengenakan pakaian putih karena dinilai lebih bersih dan baik.

Warna putih juga digunakan dalam kain kafan bagi umat Islam yang meninggal dunia.

Hijau Juga Disebut sebagai Warna yang Disukai

Selain putih, warna hijau juga kerap disebut sebagai warna yang disukai Rasulullah SAW. Riwayat mengenai hal tersebut tercatat dalam hadits Al-Bazar dan Ath-Thabarani dalam Al-Ausath.

Hadits tersebut diriwayatkan Anas bin Malik yang menyebut Rasulullah SAW menyukai warna hijau.

Selain riwayat tersebut, terdapat kisah mengenai Rasulullah SAW yang mengenakan pakaian berwarna hijau. Pakaian berwarna tersebut disebut dikenakan Rasulullah SAW ketika menyampaikan khotbah.

Diriwayatkan bahwa Abu Rimthah berkata, “Saya melihat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbah, mengenakan dua burd hijau.” (HR An-Nasa’i)

Riwayat tersebut menjadi salah satu dasar yang mengaitkan warna hijau dengan pakaian Rasulullah SAW.

Hijau Disebut sebagai Pakaian Penghuni Surga

Keutamaan warna hijau juga disebut dalam Al-Qur’an. Allah SWT menggambarkan pakaian penghuni surga dengan warna hijau dalam Surah Al-Insan ayat 21.

Allah SWT berfirman:

عٰلِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَّاِسْتَبْرَقٌۖ وَّحُلُّوْٓا اَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍۚ وَسَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُوْرًا

Artinya: “Mereka berpakaian sutra halus yang hijau, sutra tebal, dan memakai gelang perak. Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang suci.” (QS Al-Insan: 21)

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, ayat tersebut menggambarkan penghuni surga Allah SWT.

Mereka digambarkan mengenakan pakaian dari sutra halus berwarna hijau. Pakaian tersebut juga dilengkapi dengan perhiasan berupa gelang perak.

Dengan demikian, penyebutan putih dan hijau sebagai warna kesukaan Rasulullah SAW perlu dipahami berdasarkan riwayat mengenai kebiasaan beliau.

Rasulullah SAW tidak secara eksplisit menyatakan bahwa putih atau hijau merupakan warna favoritnya.

Namun, sejumlah riwayat menunjukkan bahwa kedua warna tersebut memiliki kedudukan khusus dalam pembahasan adab berpakaian dalam Islam. (*)