Fikih  

Lima Doa Pelunas Utang, Lengkap Arab, Latin dan Artinya

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Doa pelunas utang dapat diamalkan muslim sebagai bentuk ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT. Berikut lima doa lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Dalam Islam, utang bukan sesuatu yang dilarang. Namun, setiap utang yang dimiliki seorang muslim wajib dilunasi.

Kewajiban tersebut berkaitan dengan tanggung jawab seseorang terhadap utang yang dimilikinya. Hal ini juga disebutkan dalam Surah Al Baqarah ayat 282.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوْهُۗ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya.”

Persoalan utang juga mendapat perhatian dalam sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW.

Dari Muhammad Abdillah bin Jahsy, dari ayahnya berkata:

“Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku berjihad di jalan Allah lalu mati, di manakah tempatku?’ Rasulullah menjawab, ‘Surga.’ Namun ketika lelaki itu beranjak pergi, Rasulullah memanggilnya kembali dan berkata, ‘Kecuali jika engkau masih memiliki utang. Utang dapat menghalangimu masuk surga. Jibril baru saja membisikkan hal itu kepadaku’.” (HR Ahmad)

Menukil buku “Magnet Rezeki Suami Istri” tulisan Ibnu Mas’ad M, utang yang tidak dilunasi dapat berdampak terhadap keberkahan hidup. Hal tersebut juga berkaitan dengan rezeki dan kehormatan seseorang.

Utang bahkan disebut dapat menjadi penghalang seseorang memperoleh rida Allah SWT dan masuk surga.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya:

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR Ibnu Majah)

Karena itu, selain berusaha mencari jalan untuk melunasi utang, seorang muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT.

1. Doa Pelunas Utang dari Hadits Nabi SAW

Salah satu doa pelunas utang berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW.

Dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghnii bifadhlika ‘amman siwaak

Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)

2. Doa agar Diberi Kemudahan Melunasi Utang

Doa berikut dapat dipanjatkan untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.

اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Latin: Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da’watal mudhtharriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.

Artinya: “Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, Maha Mengikis gundah gulana, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”

3. Doa Memohon Terbebas dari Lilitan Utang

Berikut doa yang berisi permohonan perlindungan dari berbagai kesulitan, termasuk lilitan utang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’uudzu bika min gholabaati dayni wa qohrirrojaali

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesumpekan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang.”

4. Doa agar Kesulitan Melunasi Utang Diangkat

Muslim juga dapat memanjatkan doa singkat berikut saat menghadapi kesulitan.

اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ

Latin: Allahumma yassir walaa tu’assir

Artinya: “Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit.”

5. Doa Pelunas Utang agar Rezeki Dibuka

Doa berikut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan rezeki yang halal, luas, dan baik.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَانَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Allâhumma innî as-aluka an tarzuqanî rizqan ḫalâlan wâsi’an thayyiban min ghairi ta’abin wa lâ masyaqqatin wa lâ dlairin wa lâ nashabin innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr(un)

Artinya: “Ya Allah aku mohon kepadamu limpahan rezeki yang halal, luas, dan baik, yang didapat tanpa letih, memberatkan, membahayakan, dan banting tulang. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Azab bagi Orang yang Enggan Melunasi Utang

Mengutip buku “Berdamai dengan Kematian” karya Komaruddin Hidayat, terdapat beberapa konsekuensi yang disebutkan dalam hadits bagi orang yang tidak melunasi utangnya.

1. Pahala Diambil untuk Membayar Utang

Dalam sebuah hadits Nabi SAW disebutkan mengenai orang yang meninggal dunia dengan membawa tanggungan utang.

“Barang siapa meninggal sementara ia mempunyai tanggungan utang satu dinar atau satu dirham, maka akan diganti dari pahala kebaikannya pada hari yang dinar dan dirham tidak berguna lagi.” (HR Ibnu Majah)

2. Jiwa Tergantung oleh Utang

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Jiwa (ruh) orang mukmin itu tergantung oleh utangnya sampai utangnya itu dilunasi.” (HR Ahmad)

Hadits tersebut menunjukkan beratnya persoalan utang yang belum diselesaikan.

3. Utang Menjadi Penghalang Masuk Surga

Utang yang belum dilunasi juga disebut dalam sejumlah hadits sebagai persoalan serius di akhirat.

Dari Tsauban RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal, yakni sombong, ghulul (khianat), dan utang, maka dia akan masuk surga.” (HR Ibnu Majah)

Karena itu, melunasi utang merupakan tanggung jawab yang perlu diupayakan setiap muslim.

Doa dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon petunjuk, kemudahan, serta rezeki dari Allah SWT. Selain berdoa, upaya nyata untuk menyelesaikan kewajiban utang tetap perlu dilakukan. (*)