SerambiMuslim.com – Bacaan setelah salat tahajud menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan muslim setelah menunaikan salat malam. Doa tersebut berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan ampun atas dosa.
Salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang bangun dari tidurnya.
Setelah melaksanakan tahajud, muslim dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan istighfar.
Waktu tersebut menjadi salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk memanjatkan berbagai permohonan kepada Allah SWT.
Keutamaan salat malam disebutkan dalam sejumlah riwayat, salah satunya hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim)
Bacaan Setelah Sholat Tahajud
Dikutip dari buku “Kitab Induk Doa & Dzikir” Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih, berikut bacaan setelah salat tahajud:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hukum Membaca Doa Setelah Salat Tahajud
Membaca doa setelah salat tahajud bukan merupakan kewajiban bagi muslim. Namun, mengamalkan doa setelah tahajud dianjurkan dalam Islam.
Pada akhir salat tahajud, muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan istighfar.
Niat Salat Tahajud
Salat tahajud dapat dikerjakan dua hingga empat rakaat.
Berikut niat salat tahajud dua rakaat dan empat rakaat.
1. Niat Salat Tahajud Dua Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatattahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat salat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Salat Tahajud Empat Rakaat
أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatattahajjudi arba’a raka’aatin lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat salat sunnah tahajud empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
Apakah Salat Tahajud Harus Tidur Dahulu?
Salat tahajud pada dasarnya berkaitan dengan pelaksanaan salat malam setelah tidur.
Dalam buku “Tuntunan Qiyamul Lail” karya Muhammad Shaleh Khuzaim, disebutkan pendapat mengenai hal tersebut.
Ar-Raghib menjelaskan bahwa al-mutahajjid berarti orang yang salat pada malam hari.
Sebagian ahli berpendapat bahwa tahajud dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Dengan demikian, orang yang melaksanakan tahajud adalah orang yang bangun dari tidur.
Cara Melaksanakan Salat Tahajud Dua Rakaat
Dikutip dari buku “Sholat Tahajud & Kebahagiaan” karya Abd Muqit, tahajud dua rakaat dilakukan dengan urutan berikut:
- Membaca niat sholat tahajud dua rakaat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surah Al Fatihah
- Membaca surah dalam Al-Qur’an
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
- Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
- Salam
Jika dilakukan empat rakaat, salat dapat dikerjakan dua rakaat dengan satu kali salam Salat empat rakaat juga dapat dilakukan sekaligus dengan satu kali salam.
Tata caranya sama, tetapi tidak terdapat tahiyat awal pada rakaat kedua.
Waktu Terbaik Salat Tahajud
Waktu salat tahajud terbagi menjadi tiga bagian berdasarkan keutamaannya.
Waktu pertama adalah setelah Isya hingga sekitar pukul 22.00. Waktu tersebut disebut sebagai waktu yang sangat utama untuk melaksanakan salat tahajud.
Waktu kedua berlangsung pada sepertiga malam, sekitar pukul 22.00 hingga 01.00.
Dan, waktu ketiga dimulai sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh. Waktu tersebut disebut sebagai waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat tahajud.
Nabi Muhammad SAW juga mengerjakan salat tahajud pada sepertiga malam terakhir.
Hal tersebut diterangkan dalam riwayat ketika Abu Muslim bertanya kepada Abu Dzar mengenai waktu terbaik salat malam.
“Pada waktu manakah yang lebih utama untuk kita mengerjakan salat malam?”
Abu Dzar menjawab, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.”
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perut malam yang masih tinggal adalah sepertiga malam yang terakhir. Sayang sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Karena itu, sepertiga malam terakhir menjadi waktu yang banyak dianjurkan untuk menghidupkan malam dengan salat, zikir, dan doa. (*)







