SerambiMuslim.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima karya kaligrafi Mandarin bertuliskan karakter “Xin” dari Chairman of China Times Media Group, Zheng Xiaohui. Kaligrafi tersebut membawa pesan tentang kepercayaan dan keteguhan tekad untuk memperkuat kerukunan.
Cendera mata itu diserahkan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Karakter “Xin” memiliki makna dapat dipercaya dan memiliki tekad yang teguh. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun hubungan antarmanusia dan menjaga perdamaian di tengah keberagaman.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Jumat (9/10/2026), Sekretaris Jenderal Urusan Tionghoa MATAKIN sekaligus dosen SETIAKIN, Marleen Wang, menjelaskan makna karakter tersebut.
Marleen mendampingi penyerahan kaligrafi kepada Nasaruddin Umar dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Xs. Budi Santoso Tanuwibowo.
“Ini karakter Xin, yang artinya dapat dipercaya, Bapak. Tekad yang teguh,” jelas Marleen Wang.
Karya kaligrafi yang dibawa dari Hong Kong itu menjadi simbol pentingnya kepercayaan dalam membangun hubungan antarmanusia. Nilai tersebut juga dinilai berperan dalam menjaga perdamaian di tengah keberagaman.
Makna Xin dalam Ajaran Konghucu
Nilai kepercayaan menjadi salah satu pembahasan dalam KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok V. Forum tersebut mempertemukan pakar, profesor, dan tokoh agama dari Tiongkok, Hong Kong, serta negara-negara ASEAN.
Mereka mendiskusikan relevansi ajaran Konfusianisme dalam menjawab berbagai tantangan global. Pembahasan mencakup persoalan ekologi, tata kelola pemerintahan, hingga etika penggunaan teknologi.
Dalam konteks tersebut, nilai Xin atau dapat dipercaya menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun kehidupan harmonis.
Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, menjelaskan bahwa kepercayaan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Menurutnya, hubungan yang dilandasi rasa saling percaya dapat menjadi dasar terciptanya kedamaian yang lebih luas.
“Ajaran Konghucu itu Xin, bisa dipercaya. Cita-citanya sederhana: ketika di dalam satu keluarga orang tuanya merasa nyaman, anak-anaknya terdidik dan hormat pada yang lebih senior, serta antarkeluarga saling percaya, kan dunia sudah selesai, sudah damai,” jelas Budi.
Kepercayaan Penting di Tengah Perkembangan AI
Nilai kepercayaan dinilai semakin penting seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital.
Ketika teknologi semakin banyak mengambil alih pekerjaan mekanis, budi pekerti dan hubungan antarmanusia tetap menjadi unsur penting dalam kehidupan sosial.
Penerimaan kaligrafi “Xin” oleh Menteri Agama juga menjadi simbol pentingnya merawat kerukunan antarumat beragama.
Melalui dialog lintas peradaban, nilai-nilai luhur dari berbagai tradisi keagamaan diharapkan memperkuat toleransi dan keharmonisan masyarakat.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya kepercayaan sebagai landasan membangun hubungan yang harmonis. Nilai itu juga menjadi pengingat bahwa perdamaian perlu dirawat melalui sikap saling menghormati dan menjaga kepercayaan. (*)







