Sumur Ghars, Air untuk Memandikan Jenazah Rasulullah

Sumur Ghars di Madinah dikaitkan dengan Rasulullah SAW. Airnya disebut digunakan untuk memandikan jenazah beliau setelah wafat. (FOTO: Wikimedia Commons/Ayman Dho Alghina)

SerambiMuslim.com – Sumur Ghars merupakan salah satu sumur bersejarah di Madinah yang dikaitkan dengan Rasulullah SAW. Lokasinya disebut berada tidak jauh dari Masjid Quba.

Sumur tersebut memiliki kisah khusus dalam sejarah Rasulullah SAW. Air dari Sumur Ghars disebut digunakan untuk memandikan jenazah Rasulullah SAW setelah beliau wafat.

Mengutip buku “100 Fakta Menakjubkan Nabi, Rasul, dan Dunia Islam” karya Muhammad Khalil, Rasulullah SAW pernah meminum air dari sumur tersebut.

Rasulullah SAW juga disebut berwasiat agar beliau kelak dimandikan menggunakan air Sumur Ghars.

Wasiat Rasulullah tentang Sumur Ghars

Riwayat mengenai wasiat Rasulullah SAW tersebut dinukil dalam kitab hadits dan sirah. Salah satunya tercantum dalam Sunan Ibnu Majah.

Dari Ali bin Abi Thalib RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berwasiat kepadanya:

“Apabila aku meninggal, mandikanlah aku dengan tujuh qirbah dari Sumur Ghars.” (HR Ibnu Majah)

Mengutip buku “Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram; Napak Tilas 85 Tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah” karya Mansya Aji Putra, wasiat tersebut dipenuhi para sahabat.

Ketika Rasulullah SAW wafat, beliau dimandikan dengan air yang diambil dari Sumur Ghars.

Rasulullah SAW wafat pada tahun 11 Hijriah. Jenazah beliau kemudian dimakamkan di kediaman Sayyidah Aisyah RA.

Lokasi tersebut kini menjadi bagian dari Masjid Nabawi, tepatnya kawasan Raudhah.

Proses Memandikan Jenazah Rasulullah SAW

Dalam Sunan Ibnu Majah, terdapat riwayat mengenai proses memandikan jenazah Rasulullah SAW.

Riwayat dari Aisyah RA menjelaskan bahwa para sahabat sempat berselisih pendapat. Mereka mempertanyakan apakah pakaian Rasulullah SAW harus dilepas.

“Demi Allah, kami tidak tahu apakah kami melepaskan pakaian Rasulullah seperti mayit-mayit sebelumnya, ataukah kita mandikan beliau dengan pakaian yang tetap menempel di tubuh beliau?”

Para sahabat kemudian berselisih mengenai persoalan tersebut. Setelah itu, Allah SWT membuat mereka mengantuk hingga dagu mereka menempel di dada.

Kemudian, seseorang berbicara dari sisi rumah tanpa diketahui siapa dirinya. “Mandikan Nabi dengan pakaian yang tetap menempel di tubuhnya.”

Para sahabat kemudian menghampiri jenazah Rasulullah SAW. Mereka memandikan beliau dengan pakaian yang masih melekat di tubuh.

Air dituangkan ke gamis Rasulullah SAW. Para sahabat kemudian menekan-nekan pakaian tersebut tanpa menyentuh kulit beliau.

Wasiat mengenai air Sumur Ghars berkaitan dengan proses memandikan jenazah Rasulullah SAW. Memandikan jenazah merupakan bagian dari pengurusan jenazah dalam fikih Islam.

Jenazah Rasulullah SAW juga dimandikan setelah wafat. Setelah itu, beliau dikafani, disalatkan, dan dimakamkan.

Penyebutan Sumur Ghars dalam riwayat tersebut menunjukkan adanya permintaan khusus Rasulullah SAW. Permintaan tersebut berkaitan dengan air yang digunakan untuk memandikan beliau.

Sumur Ghars dan Kehidupan Rasulullah SAW

Sumur Ghars atau Bir Ghars merupakan salah satu tempat bersejarah di Madinah. Sejumlah sumber sejarah menyebutkan lokasinya berada di sekitar Masjid Quba.

Mengutip buku “Histori 72 Masjid di Tanah Suci dalam Khazanah Sunnah Nabi” karya Brilly El-Rasheed, Sumur Ghars merupakan milik Sa’d bin Khaitsamah.

Sa’d bin Khaitsamah merupakan sahabat Anshar yang memeluk Islam sejak masa awal. Ia disebut termasuk sahabat yang mengikuti Baiat Aqabah Kedua.

Sumur Ghars menjadi salah satu sumber air yang digunakan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Rasulullah SAW juga disebut pernah meminum air dari sumur tersebut.

Dalam salah satu riwayat disebutkan Rasulullah SAW bersabda:

“Diperlihatkan kepadaku, aku berada di salah satu taman dari taman-taman surga. Maka berangkatlah kalian bersamaku.” Sampai beliau tiba di Sumur Ghars, beliau bersabda, “Hendaknya kalian menimbakan air darinya untukku.” Tatkala beliau mendapati airnya pekat, maka beliau meminta madu lalu menuangkannya ke dalam gelas. Beliau bersabda, “Ini adalah sumurku, dari airnya aku minum dan dari airnya aku dimandikan.”

Kisah Sumur Ghars menunjukkan salah satu jejak sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah SAW di Madinah. Sumur tersebut juga dikaitkan dengan wasiat beliau menjelang wafat. (*)