SerambiMuslim.com – Ulama sepakat memelihara jenggot memiliki dasar kuat dalam Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Syekh Abdul Aziz an-Numani menegaskan pentingnya jenggot dalam kitab Fadhilah dan Hukum Janggut Menurut Empat Mazhab.
Ia mengutip kisah Nabi Harun AS yang disebut memiliki jenggot dalam Alquran. Ayat tersebut terdapat dalam dialog Nabi Harun AS dengan Nabi Musa AS.
“Janganlah engkau tarik janggutku dan jangan pula rambut kepalaku,” demikian petikan ayat tersebut.
Syekh Muhammad Amin Asy-Syanqithi menjelaskan ayat ini menunjukkan pentingnya memelihara jenggot.
Menurutnya, ayat itu menjadi dalil Alquran tentang larangan memotong jenggot. Ia mengaitkan kisah Nabi Harun dengan perintah meneladani para nabi dalam Surah al-An’am.
Allah memerintahkan umat Islam mengikuti petunjuk para nabi yang telah diberi hidayah.
Nabi Harun AS termasuk nabi yang diperintahkan untuk diteladani umat beriman.
Syekh Asy-Syanqithi menyebut Nabi Harun dikenal memiliki jenggot yang lebat. Hal itu ditegaskan dalam perkataannya kepada Nabi Musa AS.
Dari ayat tersebut, ulama menyimpulkan memelihara jenggot adalah ciri para rasul. Syariat ini berlaku bagi kaum Mukmin dari kalangan laki-laki.
Nabi Muhammad SAW juga memasukkan jenggot sebagai bagian dari fitrah manusia.
“Ada sepuluh perkara fitrah, salah satunya memelihara jenggot,” sabda Nabi SAW.
Hadis tersebut diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Dalam riwayat lain, Nabi SAW memerintahkan mencukur kumis dan memelihara jenggot. “Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot,” sabda Nabi SAW.
Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Nabi SAW juga memerintahkan umat Islam menyelisihi kaum musyrik. “Lebatkanlah jenggot dan cukurlah kumis,” sabda Nabi SAW.
Riwayat lain menegaskan perintah menyelisihi kaum Majusi. “Biarkanlah jenggot dan cukurlah kumis,” sabda Nabi SAW.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Ulama menegaskan perintah ini menunjukkan kedudukan jenggot dalam ajaran Islam.







