Ribuan Jamaah Ikuti Kajian Adem Ramadan di Masjid Istiqlal

Ribuan jamaah Masjid Istiqlal mengikuti Kajian Adem Ramadan 19-22 Februari 2026. Tausiyah seputar kesabaran, pengendalian diri, dan kesehatan selama puasa. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Suasana Masjid Istiqlal terasa berbeda pada 19-22 Februari 2026. Ribuan jamaah memadati ruang utama hingga pelataran masjid terbesar di Asia Tenggara ini untuk mengikuti rangkaian “Kajian Adem Ramadan”, program tausiyah yang mengangkat tema kesabaran, pengendalian diri, dan ketenangan batin.

Dalam kehidupan kota yang serba cepat, kajian ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk menapaki Ramadan dengan lebih tenang dan bermakna.

Program ini merupakan bagian dari kampanye #TemanAdemRamadan, menghadirkan sejumlah ulama dan pendakwah ternama seperti KH. Abu Hurairah, Ust. Muhammad Assad, Ust. Nurrudin, dan KH. Mas’ud Halimin.

Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan pentingnya memperbanyak ibadah, tetapi juga menjaga emosi, menata niat, dan merawat kesehatan fisik selama berpuasa.

Ribuan jamaah terlihat khusyuk mengikuti kajian; sebagian mencatat poin penting, sementara yang lain larut dalam suasana reflektif menjelang berbuka. Salah satu pesan yang menonjol adalah keseimbangan antara kesehatan tubuh dan ketenangan hati.

Selain tausiyah, panitia membagikan air mineral dan takjil kepada jamaah yang berbuka puasa di area masjid. Selama empat hari, sebanyak 100.000 botol air mineral ukuran 600 ml didistribusikan secara bertahap untuk membantu jamaah menjaga hidrasi setelah seharian berpuasa.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, menekankan nilai spiritual dan fisik dalam Ramadan. “Ramadan mengajarkan kita menahan diri, menjaga emosi, dan memperbanyak refleksi. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menjalani puasa dengan lebih adem, sabar, dan bermakna,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Kehadiran program ini di Masjid Istiqlal menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadan yang menekankan kebersamaan dan keteduhan.

Setelah Jakarta, kegiatan serupa akan digelar di sejumlah kota lain, termasuk Bandung, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kebersamaan, kajian ini menjadi pengingat bahwa ketenangan batin dan kesehatan fisik berjalan beriringan dalam menjalani ibadah puasa. ***