SerambiMuslim.com – Bulan Maulid atau Rabiulawal menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bulan tersebut menjadi waktu untuk mengekspresikan rasa cinta atau mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Para ulama mengajarkan sejumlah amalan untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut antara lain menata niat, memanjatkan doa, dan memperbanyak bacaan sholawat.
Berbagai amalan itu dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Niat Menyambut Bulan Maulid
Menata niat menjadi salah satu hal penting sebelum memasuki bulan Maulid.
Mengutip laman NU Online, seorang muslim dianjurkan meniatkan diri dan hatinya untuk memasuki bulan Maulid.
Berikut niat yang dapat diamalkan:
“Aku niat menghadiri Maulid seperti niatnya orang-orang saleh. Niat mengagungkan bulan kelahiran Nabi SAW. Niat menambah iman, takwa, cinta serta dekat kepada Allah, Rasulullah dan orang-orang saleh. Niat mengikuti Rasulullah secara lahir dan batin dalam perkataan, pekerjaan, dan niat. Niat memperindah akhlak dan adab. Niat semoga Allah memberi kita rezeki dapat melihat wajah Rasulullah secara langsung atau bermimpi beliau di dunia, di akhirat, dan di Barzakh, serta beliau rida kepada kita. Dan semua niat yang baik untuk kebaikan, kelembutan, kesehatan, dan keselamatan.”
Doa Menyambut Bulan Maulid
Selain menata niat, umat Islam dapat memanjatkan doa saat memasuki bulan Rabiulawal. Salah satu doa yang dapat dibaca merupakan doa yang diijazahkan oleh Habib Umar bin Hafidz.
Masih mengutip sumber yang sama, berikut bacaan doa tersebut:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ ، وَتَفْرِيحِ كُرَبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَافِي وَالْبَادِ ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ
Latin: Allaahumma baariklanaa fii khaatimati syahrinaa hadzaa, wa aqdim ‘alainaa rabi’il awwali bishalaahil bilaadi wal’ ibaad, wa daf’il balaa’ i wal fasaad, wa tafriiji kurabi ummati habiibika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama fil khaafii wal baad, yaa kariimu yaa jawwaad.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan (Safar) kami ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiulawal dengan diberi kebaikan teruntuk negara serta orang-orang di dalamnya, dihindarkan dari bahaya ataupun kerusakan bencana, dan dihilangkannya kesusahan umat Nabi Muhammad SAW baik yang tersembunyi maupun yang terlihat, Wahai Engkau Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.”
Perbanyak Sholawat di Bulan Maulid
Umat Islam juga dapat menyambut bulan Maulid dengan memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Amalan tersebut menjadi salah satu bentuk mengingat dan meneladani Rasulullah SAW.
Perintah membaca sholawat juga disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Mengutip kitab Riyadhus Shalihin, terdapat sejumlah keutamaan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
1. Mendapat 10 Kali Limpahan Rahmat Allah SWT
Dari Abdullah bin Amr bin al Ash, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
2. Dekat dengan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
3. Terhindar dari Celaka dan Sifat Kikir
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Celakalah seseorang yang aku disebut-sebut di depannya namun ia tidak mengucapkan sholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Selain itu, Ali meriwayatkan sabda Rasulullah SAW mengenai sifat kikir.
“Orang yang kikir adalah orang yang apabila disebut namaku di sisinya, dia tidak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Dengan demikian, bulan Maulid dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menyambut Rabiulawal juga dapat diisi dengan memperbaiki niat, memperbanyak doa, serta membaca sholawat. (*)







