Fikih  

Tiga Tahun Sebelum Dajjal Muncul, Dunia Dilanda Kelaparan

ILUSTRASI - Tiga tahun sebelum Dajjal muncul, manusia disebut mengalami kelaparan akibat berkurangnya hujan dan tumbuhan. (Foto: Chatgpt/Serambi Muslim)

SerambiMuslim.com – Kemunculan Dajjal disebut sebagai salah satu tanda kiamat besar dalam sejumlah hadits. Sebelum itu terjadi, manusia akan menghadapi masa kelaparan selama tiga tahun.

Menurut hadits Abu Umamah RA yang dipaparkan Al-Albani dalam Qishah Al Masih Addajjal Ulanuzuli Isa AS Waqatlihi Iyyahu, Dajjal menjadi fitnah terbesar di muka bumi.

Buku tersebut diterjemahkan Abdul Kadir Ahmad dan Syarullah Iskandar.

Dalam hadits itu disebutkan, Dajjal akan muncul dari suatu tempat antara Syam dan Irak. Kemunculannya kemudian membawa kerusakan di wilayah sekitarnya.

Tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal, manusia disebut mengalami kelaparan besar.

Pada tahun pertama, hujan dan tumbuhan akan berkurang sepertiga. Kondisi tersebut kemudian memburuk pada tahun kedua.

Pada tahun ketiga, hujan disebut tidak turun sama sekali. Tumbuhan hijau juga tidak lagi tumbuh di bumi.

Akibat kondisi tersebut, hewan-hewan disebut akan mati. Namun, terdapat pengecualian bagi makhluk yang dikehendaki Allah SWT.

Dalam riwayat tersebut disebutkan:

وَإِنْ قَبْلِ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتِ شِدَادَ يُصِيبُ النَّاسُ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ، يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبَسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبَسُ ثُلُثَي مَطَرِهَا، وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبَسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا، ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبَسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ، فَلَا تَقْطُرُ قَطْرَةً، وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبَسُ نَبَاتُهَا كُلَّهُ، فَلَا تَنْبُتُ خَضْرَاءَ، فَلَا تَبْقَى ذَاتَ ظُلْفِ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ.

Artinya: “Sesungguhnya sebelum kemunculan Dajjal, selama tiga tahun manusia ditimpa kelaparan besar. Allah memerintahkan langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya. Kemudian la memerintahkan langit pada tahun kedua untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan dua pertiga tumbuhannya. Kemudian Allah memerintahkan langit pada tahun ketiga untuk menahan hujan secara keseluruhan. Maka hujan pun tidak turun setetes pun. Lalu ia memerintahkan bumi untuk menahan tumbuhan seluruhnya, maka tidak ada tumbuhan hijau. Tidak ada mahluk yang berkuku kecuali binasa, kecuali yang dikehendaki oleh Alah SWT.”

Bagaimana Manusia Bertahan Saat Kelaparan?

Dalam riwayat tersebut, para sahabat juga bertanya mengenai cara manusia bertahan hidup dalam kondisi tersebut.

قِيلَ: فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ؟ قَالَ : التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ، وَالتَّسْبِيحُ، وَالتَّحْمِيدُ، وَيَجْرِي ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مَجْرَى الطَّعَامِ.

Artinya: Seseorang bertanya, “Apa yang membuat manusia dapat hidup pada zaman itu?” Beliau menjawab, “Tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Kesemuanya berfungsi makanan.”

Dijelaskan dalam ‘Asyarah Yantazhiruhal ‘Aalam ‘Indal Muslimin wal Yahuud wan Nashaara, dunia disebut mengalami resesi ekonomi. Buku karya Manshur Abdul Hakim tersebut diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dan Uqinu Attaqi.

Dalam penjelasan itu, kelaparan disebut melanda berbagai wilayah bumi akibat kekurangan air. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan tidak turunnya hujan.

Berapa Lama Dajjal Tinggal di Bumi?

Para sahabat juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai lama Dajjal berada di bumi.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Dajjal akan tinggal di bumi selama 40 hari. Namun, hitungan hari tersebut tidak sama dengan hitungan waktu manusia pada umumnya.

Satu hari disebut seperti satu tahun. Hari berikutnya seperti satu bulan, lalu satu hari seperti satu Jumat. Hari-hari berikutnya berlangsung seperti hitungan hari biasa.

Para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah satu hari yang bagaikan satu tahun itu cukup bagi kami untuk salat satu hari di dalamnya?”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, ukuran harinya itu menurut ukuran Dajjal.” (HR Muslim, Kitab Al-Fitan)

Riwayat tersebut menjelaskan adanya perbedaan ukuran waktu selama Dajjal berada di bumi. Sementara itu, terdapat riwayat lain yang menyebutkan durasi berbeda.

Dalam riwayat Imam Ahmad, Hanbal, dan Abdurrazaq dari jalur Ibnu Khaitsam, durasi Dajjal disebut 40 tahun.

Riwayat tersebut berbunyi:

يَمْكُثُ الدَّجَّالَ فِي الْأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةٍ؛ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَالْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَالْيَوْمُ كَاضْطِرَامِ السُّعْفَةِ فِي النَّارِ.

Artinya: “Dajjal itu akan tinggal di bumi selama 40 tahun. Setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan seminggu, seminggu bagaikan sehari dan sehari itu bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma dalam api.”

Dengan demikian, riwayat mengenai Dajjal memuat gambaran tentang masa penuh ujian sebelum kemunculannya.

Salah satu gambaran tersebut adalah kelaparan selama tiga tahun akibat berkurangnya hujan dan tumbuhan.

Riwayat juga menjelaskan kondisi waktu ketika Dajjal berada di bumi serta bagaimana manusia menjalankan ibadah pada masa tersebut. (*)