Anak Muda Ramai-ramai Daftar Haji, Waktu Tunggu 27 Tahun

Minat generasi muda mendaftar haji di Bandung Barat meningkat, meski masa tunggu mencapai 27 tahun. Bahkan puluhan remaja sudah mendaftar sejak usia 12 tahun. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Minat generasi muda untuk mendaftar haji di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan di tengah panjangnya antrean keberangkatan.

Fenomena ini terlihat dari munculnya pendaftar usia sangat dini, bahkan sejak 12 tahun.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) KBB, Enjah Sugiarto, mengungkapkan sepanjang 2025 terdapat sekitar 1.700 pendaftar haji. Dari jumlah tersebut, 18 persen berasal dari kelompok usia muda, yakni 12 hingga 30 tahun.

“Pendaftar di KBB tahun 2025 itu sekitar 1.700 orang, dan 18 persen di antaranya masuk kategori usia muda. Bahkan ada 25 orang yang mendaftar di usia 12 tahun, dan ini kami apresiasi,” kata Enjah saat dikonfirmasi, Selasa, 7 April 2026.

Menurut dia, meningkatnya minat generasi Z dan milenial tak lepas dari masifnya kampanye haji sejak dini. Selain membuka peluang mendapatkan nomor porsi lebih cepat, faktor kesiapan fisik juga menjadi pertimbangan utama.

“Kalau masa tunggu hampir 30 tahun, yang daftar di usia 40 tahun bisa berangkat saat usia 70 tahun. Tapi kalau daftar sejak usia 12 tahun, saat berangkat masih sekitar 40-an tahun, kondisi fisik tentu lebih prima,” ujarnya.

Di sisi lain, panjangnya antrean masih menjadi tantangan serius. Hingga saat ini, daftar tunggu calon jemaah haji di Bandung Barat mencapai sekitar 22.700 orang. Sementara kuota keberangkatan tahun ini hanya 89 jemaah, dari total 107 orang yang telah melunasi biaya haji.

“Yang sudah melunasi ada 107 orang, tapi yang berangkat dari Bandung Barat hanya 89 orang. Sisanya ada yang mutasi ke daerah lain dan ada juga yang menunda,” kata Enjah.

Ia merinci, sebanyak 12 calon jemaah memilih mutasi keberangkatan ke daerah lain, sementara enam orang menunda keberangkatan. Penundaan umumnya dipicu alasan kesehatan dan keinginan berangkat bersama pasangan (mahram).

“Ada yang menunda karena faktor kesehatan, ada juga karena ingin berangkat bersama pasangan. Misalnya saat daftar belum menikah, sekarang sudah menikah, tapi pasangan belum memenuhi masa tunggu, akhirnya ditunda,” ujarnya.

Rencananya, jemaah asal Bandung Barat akan diberangkatkan pada 13 Mei 2026 dari Masjid Ash-Siddiq menuju Asrama Haji Indramayu. Mereka tergabung dalam kloter KJT-29 dan akan terbang melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bandung, Andi M Arief, mengatakan lamanya antrean terjadi hampir merata di berbagai daerah di Indonesia.

“Estimasi masa tunggu terbaru sekitar 27 tahun dan ini relatif merata secara nasional,” kata Andi.

Saat ini, jumlah calon jemaah haji reguler di Kota Bandung yang masuk daftar tunggu telah melampaui 45.000 orang. Dengan sistem waiting list berbasis daerah, kuota keberangkatan pun menjadi sangat terbatas.

“Pendaftaran haji sekarang dibuka sepanjang tahun. Bahkan anak di bawah 17 tahun bisa didaftarkan menggunakan identitas orang tua,” ujarnya.

Dengan asumsi masa tunggu tersebut, calon jemaah yang mendaftar sejak usia 12 tahun diperkirakan baru dapat berangkat pada usia sekitar 39 tahun.

Andi pun mendorong masyarakat untuk tidak menunda pendaftaran, mengingat antrean yang terus memanjang.

“Setelah mendapatkan validasi dari bank penerima setoran, calon jemaah bisa datang ke kantor kami untuk memperoleh nomor porsi,” kata dia. ***