Tren Tabungan Emas Naik, Simpanan Uang di BSI Menurun

BSI mencatat tren tabungan emas meningkat hingga 18,78 persen, sementara simpanan uang menurun. Gen Z mulai beralih ke investasi emas digital. (Foto: Kabarbursa.com)

SerambiMuslim.com – Perubahan harga emas dan berkembangnya ekonomi syariah mendorong pergeseran pola menabung masyarakat. Tabungan dalam bentuk emas kini semakin diminati, sementara simpanan dalam bentuk uang tunai cenderung menurun.

Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat tren peningkatan signifikan pada produk tabungan emas. Kondisi ini juga terlihat di luar wilayah Jabodetabek, termasuk di Sumatra Selatan.

Branch Manager BSI KC Palembang Sudirman, Oki Eka Danurwinarto, mengatakan perubahan ini mulai merambah berbagai segmen, termasuk generasi muda.

“Kami melihat adanya perubahan pola pikir nasabah. Dari yang sebelumnya menyimpan dana dalam bentuk tunai, kini beralih ke emas. Gen Z khususnya mulai melihat emas sebagai instrumen investasi yang menarik,” ujarnya dalam Forum Ekonomi Regional Sumatra 2026 di Palembang, Senin, 20 April 2026.

Menurut Oki, tren ini turut didorong oleh posisi BSI yang telah mengantongi lisensi sebagai bullion bank serta izin perbankan syariah. Hal tersebut meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap produk berbasis emas.

Ia menyebut, pada 2024 terjadi penurunan simpanan dalam bentuk uang sebesar 8,9 persen. Sebaliknya, simpanan emas justru meningkat hingga 18,78 persen.

“Pertumbuhan ini juga berdampak pada jumlah nasabah. Jika sebelumnya penambahan tahunan sekitar 1,8 juta nasabah, pada 2025 meningkat menjadi 2 juta,” jelasnya.

Selain itu, Oki menambahkan, bahwa layanan perbankan syariah yang semakin inklusif turut menarik minat nasabah non-Muslim.

“Partisipasi nasabah non-Muslim meningkat dari 9 persen menjadi 13,3 persen. Ini menunjukkan bahwa bank syariah semakin terbuka dan diminati oleh berbagai kalangan,” katanya.

BSI juga menghadirkan produk investasi emas yang terjangkau. Nasabah dapat mulai berinvestasi emas digital dengan nominal kecil.

“Kami menyediakan pembelian emas digital mulai Rp50 ribu. Emas tersebut bisa dicetak menjadi fisik minimal 2 gram dan dapat diakses kapan saja selama 24 jam,” ujar Oki. ***