Berita  

Jackie Chan Menangis Usai Tonton Video Anak Palestina

Jackie Chan tersentuh video anak Palestina. Reaksinya memicu sorotan global atas penderitaan anak-anak Gaza. (Foto: EPA/BALAZS MOHAI HUNGARY OUT)

SerambiMuslim.com – Aktor Tiongkok Jackie Chan bereaksi emosional usai menonton video seorang anak Palestina.

Video tersebut diputar saat pemutaran perdana film terbaru Chan di Beijing, China.

Dalam video itu, seorang anak Palestina ditanya tentang impian masa depannya. Anak tersebut menjawab dengan kalimat yang mengejutkan banyak orang.

“Anak-anak di daerah kami tidak tumbuh dewasa, tetapi gugur oleh peluru,” kata anak Palestina itu.

Jackie Chan mengaku tidak mampu menahan air mata setelah mendengar pernyataan itu. “Saat mendengar kata-kata anak itu, air mata langsung mengalir,” ujar Jackie Chan.

Ia mengatakan kalimat tersebut membuatnya merenungkan nilai kehidupan seorang anak. “Ya Tuhan, anak-anak Gaza dibom setiap hari, dan saya sangat sedih,” katanya.

Chan menyerukan komunitas internasional agar tidak lagi berdiam diri. Ia meminta dunia membela hak-hak anak Palestina yang terus terampas.

Menurutnya, mengabaikan penderitaan anak-anak membuka peluang kejahatan terhadap warga sipil.

Potongan video reaksi Jackie Chan tersebut menyebar luas di media sosial.

Warganet Arab mengaku terkejut sekaligus terharu melihat sikap aktor legendaris itu. Mereka menilai ucapan anak Palestina mencerminkan kenyataan pahit di Gaza.

“Di Palestina, penjajah membunuh anak-anak agar mereka tidak tumbuh besar,” tulis seorang aktivis.

Aktivis lain menilai anak tersebut merangkum penderitaan Gaza dalam kalimat singkat. “Jawaban itu tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun,” tulis seorang warganet.

Para blogger menyoroti hilangnya hak dasar anak akibat perang dan blokade. Mereka menyebut anak-anak Gaza memikul beban hidup sejak usia sangat dini.

Warganet menilai penderitaan itu berdampak psikologis serius bagi satu generasi.

Mereka mendesak masyarakat internasional segera bertindak melindungi anak-anak Palestina.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sekitar 20 ribu anak tewas selama perang. Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza dilaporkan semakin memburuk.

Pada Sabtu (3/1/2026) pagi, seorang pemuda Palestina syahid di lingkungan Shuja’iyya. Ia tewas akibat tembakan pasukan Israel di timur Kota Gaza. Sumber medis melaporkan korban ditembak dekat halte bus setempat.

Seorang warga lain terluka akibat tembakan di sekitar Rumah Sakit Nasser.

Serangan udara Israel juga menyasar wilayah timur Kota Gaza. Selain itu, tank Israel menembaki Jabalia, al-Bureij, dan Deir al-Balah.

Begitu juga dengan kapal angkatan laut Israel menembakkan peluru di lepas pantai Rafah. Dan, pasukan Israel juga menembakkan bom asap di timur Jabalia.

Di Beit Lahiya, empat warga sipil mengalami luka kritis akibat artileri.

Seorang pemuda Palestina tewas di Khan Younis pada Jumat sore. Korban bernama Feras Ahmad Muhammad Abu Shanab berusia 20 tahun. Ia ditembak di Bani Suheila dan meninggal akibat luka tembak.

Pasukan Israel dilaporkan terus melanggar gencatan senjata sejak 11 Oktober.

Pelanggaran tersebut menyebabkan ratusan warga tewas dan ribuan terluka. (*)