Menurut Prof. KH Asrorun Ni’am Sholeh, dalam ayat tersebut Allah SWT menegaskan bahwa perintah mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib dalam Al-Qur’an ditujukan kepada seluruh manusia, bukan hanya umat Islam. Karena itu, ia menilai wajar jika ajang Gen Halal Championship juga diikuti oleh peserta non-Muslim.
“Perintahnya ditujukan kepada seluruh manusia. Maka tidak heran jika ada peserta non-Muslim yang ikut dalam kompetisi ini,” ujar Prof. Ni’am.
Ia menjelaskan, nilai halal dan thayyib memiliki manfaat universal. Menurutnya, siapa pun yang mengonsumsi makanan halal dan baik akan memperoleh dampak positif bagi kesehatan dan kualitas hidup. Sebaliknya, umat Islam yang mengabaikan prinsip halal dan thayyib justru berpotensi menanggung konsekuensi moral maupun kesehatan.
“Kalau non-Muslim mengonsumsi yang halal dan thayyib, dia akan mendapatkan manfaatnya. Tetapi jika orang Islam tidak peduli pada halal dan thayyib, dia bisa berdosa. Bahkan bisa berdampak pada kesehatan, seperti mudah sakit, stunting, hingga meninggal lebih awal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Ni’am mengapresiasi peran LPPOM MUI melalui penyelenggaraan Gen Halal Championship sebagai ruang edukasi sekaligus kompetisi yang menumbuhkan kesadaran halal sejak dini. Ia menilai kegiatan tersebut strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga aktif berkontribusi memperbaiki lingkungan sosial.
Ia berharap para finalis dan peserta mampu menjadi inspirator kebaikan serta duta literasi halal di lingkungan masing-masing. Selain itu, mereka diharapkan turut memperkuat ekosistem halal nasional melalui pendekatan digital yang inovatif dan inklusif.
“Mudah-mudahan kita semua dapat menjadi inspirator kebaikan dan menyebarkan spirit halal untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.
Tahun ini, antusiasme peserta Gen Halal Championship tercatat cukup tinggi. Sebanyak 1.493 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar secara daring. Setelah melalui tahapan seleksi, terpilih 45 finalis yang mengikuti bootcamp selama tiga hari sejak 9 Januari 2026. Mereka kemudian tampil di grand final sebagai perwakilan dari 13 provinsi, 20 kota, dan 32 sekolah.
Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI) Muti Arintawati menambahkan, bahwa ajang ini tidak hanya diikuti oleh pelajar Muslim. Sejumlah peserta non-Muslim bahkan berhasil melaju hingga babak grand final.
“Hal ini membuktikan bahwa halal bukan semata milik umat Islam, tetapi telah menjadi nilai universal yang juga ingin dipelajari dan dipahami oleh saudara-saudara kita yang beragama lain,” kata Muti.
Daftar Pemenang Grand Final Gen Halal Championship 2025
Ajang Gen Halal Championship 2025 yang diselenggarakan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) LPPOM MUI resmi menetapkan para pemenang pada malam puncak penghargaan, setelah rangkaian bootcamp dan grand final berlangsung di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, pada 9-11 Januari 2026.
Kompetisi nasional ini diikuti 1.493 pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari seluruh Indonesia, namun hanya 45 finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak akhir.







