Berita  

Siskohat, Sistem Digital Pendukung Ibadah Haji

Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU) Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dwi Kumala Mursyid

SerambiMuslim.com — Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia kini ditopang oleh Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sebuah sistem digital yang mengintegrasikan seluruh tahapan layanan jemaah haji, mulai dari pendaftaran hingga proses kepulangan ke Tanah Air.

Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU) Daker Madinah, Dwi Kumala Mursyid, menjelaskan bahwa Siskohat bukan satu-satunya sistem yang mereka kelola. “Selain Siskohat, kami juga mengelola aplikasi lain seperti Siskopatuh, sistem rekrutmen petugas, e-pengadaan layanan haji, aplikasi asrama haji, dan lainnya. Seluruhnya terintegrasi dalam ekosistem digital haji,” ujarnya kepada Tim MCH, Senin (16/6/2025).

Aplikasi Siskohat saat ini disajikan dalam bahasa Inggris agar dapat diakses oleh stakeholder internasional, termasuk mitra Arab Saudi. Versi bahasa Indonesia sebelumnya telah digunakan, namun kini diubah agar lebih universal.

Mursyid menuturkan, pendaftaran haji dimulai dengan setoran awal sebesar Rp25 juta melalui Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH). Jemaah dapat mengonfirmasi pendaftaran secara daring melalui aplikasi Satu Haji, yang sebelumnya dikenal sebagai Haji Pintar. “Konfirmasi bisa dilakukan dari rumah, cukup unggah dokumen dan foto. Semua data akan langsung masuk ke sistem,” jelasnya.

Sistem ini terkoneksi langsung dengan Dukcapil, memungkinkan validasi data berdasarkan NIK. “Bank punya akses ke Dukcapil. Setelah validasi, data dikirim ke Siskohat,” imbuhnya.

Pengelolaan antrean haji dilakukan melalui rumus kuota dan jumlah pendaftar, lalu dibagi lagi per provinsi dan kabupaten/kota. “Contohnya, kuota Jawa Barat dibagi ke daerah seperti Bandung, Bekasi, dan lainnya. Maka panjang antrean berbeda tergantung daerah,” terang Mursyid.

Siskohat juga telah terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengakses data istithaah kesehatan, disabilitas, dan International Patient Summary (IPS) yang tercantum pada kartu jemaah. Di sisi lain, kerja sama dengan BPS-BPIH memungkinkan pencatatan transaksi keuangan secara digital dan real-time.

“Sekarang bukti setoran awal tidak perlu dicetak, cukup disimpan digital, seperti transfer di mobile banking,” ujarnya.

Integrasi lainnya dilakukan dengan maskapai untuk pengelolaan manifest penerbangan, visa, hingga data keberangkatan dan kepulangan. Kerja sama juga terjalin dengan Imigrasi dalam pertukaran data perjalanan, serta dengan BPKH untuk aspek keuangan dan pendanaan haji.

Aplikasi Satu Haji kini menjadi pusat informasi jemaah, mulai dari status pendaftaran, akomodasi, transportasi, hingga estimasi keberangkatan. “Satu aplikasi, semua layanan,” tegas Mursyid.

Demi menjamin keamanan data jemaah, sistem Siskohat telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 sejak Oktober 2024. “Itu standar tertinggi untuk sistem manajemen keamanan informasi. Jadi, sistem kami sudah sesuai standar internasional,” pungkasnya.

Dengan ekosistem digital yang kuat dan terintegrasi, Siskohat menjadi tulang punggung modernisasi haji Indonesia—memastikan layanan yang cepat, akurat, dan aman bagi jutaan jemaah.