MUI Pertanyakan Keseriusan Masyarakat Boikot Produk Israel

MUI mengapresiasi walk out delegasi Indonesia saat Netanyahu berpidato di PBB. MUI mendorong konsistensi boikot produk pendukung Israel. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)

SerambiMuslim.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi aksi walk out delegasi Indonesia saat Benjamin Netanyahu berpidato di PBB.

MUI menilai sikap diplomatik tersebut perlu diikuti langkah nyata di dalam negeri. Salah satunya melalui konsistensi memboikot produk yang dinilai mendukung Israel.

Aksi walk out tersebut berlangsung saat Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB. Sejumlah delegasi negara meninggalkan ruang sidang ketika Perdana Menteri Israel itu mulai berpidato.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, mengapresiasi sikap delegasi Indonesia tersebut.

Menurutnya, penolakan terhadap penjajahan tidak cukup melalui gestur diplomatik.

“Langkah walk out di PBB adalah wujud komitmen dan konsistensi Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Namun, apresiasi diplomasi ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik lanjutan yang lebih nyata, termasuk konsistensi aksi boikot terhadap produk-produk yang mendukung agresi dan pendudukan Israel,” tegas Prof Ni’am dikutip dari laman MUI, Minggu (27/9/2026).

Prof Ni’am menyebut gerakan boikot sebagai salah satu bentuk perjuangan tanpa kekerasan.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai boikot dapat menjadi ruang kontribusi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat dapat berpartisipasi melalui pilihan produk yang mereka konsumsi sehari-hari.

“Kita bisa melakukan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung, salah satunya adalah gerakan boikot terhadap produk yang memberikan dukungan finansial maupun opini terhadap aktivitas genosida Israel,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah tersebut.

MUI Singgung Sikap Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, Prof Ni’am juga menyinggung sikap Presiden RI Prabowo Subianto terkait Palestina.

Ia mengingat kembali momen Prabowo menghadiri peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat itu, Prabowo menyerukan “Free Free Palestine!” di hadapan khalayak dan Duta Besar Palestina.

Bagi MUI, sikap tersebut menunjukkan adanya keberpihakan terhadap isu kemanusiaan Palestina.

MUI juga menilai sikap tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat Indonesia. Karena itu, dirinya meminta semangat anti-penjajahan terus dijaga.

Ia mendorong semangat tersebut menjadi bagian dari gaya hidup moral masyarakat.

Menurutnya, berbagai langkah dapat dilakukan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Langkah tersebut mencakup penegakan hukum global dan penggalangan dukungan internasional.

Boikot ekonomi juga disebut sebagai bagian dari strategi tersebut.

“Ini menjadi momentum yang sangat tepat untuk mengkonsolidasi kekuatan dan positioning Indonesia di tengah percaturan dunia. Selain terus memperkuat aksi boikot ekonomi, kita tentu tak boleh putus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar perjuangan bangsa Palestina senantiasa diberikan kekuatan, kemenangan, dan kemerdekaan yang hakiki,” pungkasnya. (*)