SerambiMuslim.com – Setiap manusia memiliki hati yang dapat berubah atas izin Allah SWT. Ketika menghadapi seseorang yang sulit menerima nasihat, bersikap keras, atau hubungan yang sedang renggang, umat Islam dianjurkan memohon pertolongan kepada Allah melalui doa.
Islam mengajarkan bahwa kelembutan hati merupakan anugerah Allah yang dapat diminta melalui ikhtiar spiritual disertai sikap sabar dan tawakal.
Landasan mengenai pentingnya kelembutan hati dijelaskan Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 159. Dalam ayat tersebut, Allah menerangkan bahwa Rasulullah SAW mampu bersikap lemah lembut kepada umatnya berkat rahmat-Nya. Sebaliknya, sikap keras dan berhati kasar hanya akan membuat orang lain menjauh.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
Latin: Fabimā raḥmatim minallāhi linta lahum, wa lau kunta faẓẓan galīẓal-qalbi lanfaḍḍū min ḥaulik(a), fa’fu ‘anhum wastagfir lahum wa syāwirhum fil-amr(i), fa iżā ‘azamta fa tawakkal ‘alallāh(i), innallāha yuḥibbul-mutawakkilīn(a).
Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa kelembutan hati berasal dari rahmat Allah SWT. Karena itu, seorang muslim dianjurkan berdoa agar diberi kemudahan dalam memperbaiki hubungan dengan sesama serta memohon agar hati seseorang dilembutkan atas kehendak-Nya.
1. Doa untuk Meluluhkan Hati Seseorang
Dikutip dari buku “Intisari Doa dan Zikir yang Paling Dibutuhkan” karya Mohammad Irsyad, terdapat doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon kemudahan dalam menghadapi berbagai urusan.
Doa ini berasal dari hadis Anas bin Malik ketika Nabi SAW bersabda:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesulitan, jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.”
2. Doa Nabi Daud AS untuk Meluluhkan Hati Seseorang
Dalam buku “Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan” karya Abu Ezza, terdapat doa yang dikenal sebagai doa Nabi Daud AS untuk memohon agar hati seseorang menjadi lembut.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ لَينْ لِي قَلْبَهُ لَيَنْتَ لِدَاوُدَ الْحَدِيدِ
Latin: Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid.
Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi.”
3. Doa Agar Seseorang Diberikan Hati yang Lembut
Selain dua doa di atas, terdapat doa lain yang dipanjatkan untuk memohon agar Allah memudahkan hubungan dengan seseorang serta memberikan kelembutan dalam hatinya.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَبِيرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيفُ الدَّلِيلُ الَّذِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ اللَّهُمَّ سَخَرُ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوسَى وَلَيِّنْ لِي قَلْبَهُ كَمَا لَيَنْتَ الْحَدِيدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِي قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِي يَدِكَ جَلَّ ثَناءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadikka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Firaun pada Musa AS. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud AS. Karena sungguh dia tidak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.”
Pada akhirnya, doa merupakan bentuk ikhtiar seorang hamba dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Selain memperbanyak doa, umat Islam juga dianjurkan memperbaiki akhlak, bersikap lembut, memaafkan, dan bertawakal agar hubungan dengan sesama dapat terjalin dengan lebih baik. (*)







