Fikih  

Niat Puasa Senin Kamis yang Benar Sesuai Sunnah

FOTO: Chatgpt/Serambi Muslim/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Puasa Senin Kamis menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal istiqamah menjalankan puasa pada dua hari tersebut karena memiliki keutamaan besar, termasuk saat amal manusia diangkat kepada Allah SWT.

Keutamaan puasa Senin Kamis dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Amal-amal perbuatan itu diajukan ke hadapan Allah pada hari Senin dan Kamis. Oleh karenanya, aku ingin agar amal-amal perbuatanku itu diajukan saat aku sedang berpuasa.” (HR At-Tirmidzi)

Dalam Islam, setiap ibadah diawali dengan niat yang ikhlas. Prinsip ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

“Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, setiap muslim dianjurkan memahami niat puasa Senin Kamis sebelum menjalankan ibadah sunnah tersebut.

Niat Puasa Hari Senin

Seseorang yang telah bertekad berpuasa pada dasarnya telah berniat. Namun, niat juga dapat dilafalkan sebelum memasuki waktu puasa.

Berikut bacaan niat puasa hari Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.

Arti: “Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Hari Kamis

Adapun bacaan niat puasa sunnah hari Kamis sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.

Arti: “Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis memiliki sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang mengamalkannya secara rutin.

1. Dijauhkan dari Siksa Api Neraka

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang berpuasa karena Allah SWT akan dijauhkan dari api neraka.

“Setiap hamba yang berpuasa satu hari karena Allah, Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR Muslim)

2. Mendapat Syafaat pada Hari Kiamat

Puasa dan Alquran akan menjadi pemberi syafaat bagi orang yang mengamalkannya dengan ikhlas.

Rasulullah SAW bersabda:

“Pada hari kiamat, puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba. Puasa akan berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makanan dan hawa nafsu di siang hari, izinkanlah aku memberikan syafaat kepadanya.’ Sedangkan Alquran akan berkata, ‘Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, izinkanlah aku memberikan syafaat kepadanya.’ Kemudian, Rasulullah melanjutkan, ‘Maka keduanya, puasa dan Alquran, akhirnya memberikan syafaat kepada hamba tersebut.’” (HR Ahmad)

3. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Puasa Senin Kamis merupakan salah satu amalan yang rutin dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Beliau bersabda: “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR At-Tirmidzi dan lainnya)

Dengan memahami niat dan keutamaan puasa Senin Kamis, umat Islam diharapkan semakin termotivasi menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, ibadah ini juga menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh ketika amal diangkat kepada Allah SWT. (*)