Fikih  

Puasa Daud: Niat dan Tata Cara Melakukannya

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

SerambiMuslim.com – Puasa Daud menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dikenal sebagai puasa sunnah yang paling dicintai Allah SWT karena mengajarkan keseimbangan antara ibadah, disiplin, dan menjaga hak tubuh untuk beristirahat.

Allah SWT memerintahkan umat Islam berpuasa sebagai jalan meraih ketakwaan. Hal itu ditegaskan dalam firman-Nya:

“Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 184).

Selain puasa wajib pada bulan Ramadan, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan berbagai puasa sunnah. Salah satunya adalah puasa Daud yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.

Pengertian Puasa Daud

Puasa Daud merupakan puasa sunnah yang dikerjakan secara berselang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari berbuka. Pola tersebut mengikuti kebiasaan ibadah Nabi Daud AS yang dikenal tekun dan istiqamah dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengutip buku “Dahsyatnya Puasa Daud” karya Ahmad Rifa’i Rifan, nama puasa ini diambil dari Nabi Daud AS yang secara konsisten menjalankan ibadah tersebut sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Keutamaan puasa Daud juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Dari Abdullah bin Amr RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya puasa (sunnah) yang paling disenangi Allah ialah puasa Nabi Daud, dan salat (sunnah) yang paling disenangi Allah adalah salat Nabi Daud AS. Nabi Daud tidur separuh malam. Lalu salat sepertiga malam, kemudian tidur lagi seperenam malam. Beliau berpuasa sehari lalu berbuka sehari.’” (HR Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa Daud merupakan ibadah sunnah yang paling dicintai Allah SWT. Nabi Daud AS tetap memenuhi kebutuhan tubuhnya untuk beristirahat, sekaligus konsisten menjalankan ibadah.

Karena itu, puasa Daud kerap dijadikan teladan dalam membangun disiplin, istiqamah, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu.

Niat Puasa Daud

Sebelum menjalankan puasa Daud, umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari hingga sebelum terbit fajar.

Mengutip buku Hebatnya Puasa Daud susunan Henda Zainuddin, berikut bacaan niat puasa Daud:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سَنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma dâwuda sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku niat puasa Daud esok hari, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Puasa Daud

Setelah membaca niat, puasa Daud dilaksanakan seperti puasa sunnah pada umumnya. Umat Islam menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Perbedaannya terletak pada pola pelaksanaannya. Puasa Daud dilakukan secara bergantian, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa, kemudian diulang secara konsisten.

Pola ibadah tersebut mencerminkan keseimbangan antara semangat beribadah dan menjaga kondisi fisik, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Daud AS. (*)