Alquran Punya Banyak Nama, Ini Makna dan Fungsinya

Alquran tidak diturunkan sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW. Simak enam hikmah turunnya wahyu secara bertahap dalam Islam. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Kitab suci umat Islam, Alquran, disebut berulang kali di dalam dirinya sendiri. Menurut ulama peneliti Alquran Muhammad Fuad Abd al-Baqi dalam karya Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadh al-Quran, kata “qur’an” disebut sekitar 70 kali dalam kitab suci tersebut dengan berbagai konteks makna.

Sebagian besar ulama menjelaskan bahwa kata “qur’an” merupakan bentuk turunan (musytaq) dari kata qara’a. Secara bahasa, kata itu memiliki arti menghimpun, meneliti, sekaligus membaca. Dari makna tersebut, istilah Alquran kemudian dipahami sebagai “bacaan”.

Selain menggunakan nama Alquran, kitab suci ini juga memperkenalkan dirinya dengan sejumlah sebutan lain. Di antaranya adalah al-Kitab sebagaimana disebut dalam Surah Al-Anbiya ayat 10, al-Furqan dalam Surah Al-Furqan ayat 1, adz-Dzikr pada Surah Al-Hijr ayat 9, serta at-Tanzil yang terdapat dalam Surah Asy-Syura.

Dari berbagai nama tersebut, istilah Alquran dan al-Kitab menjadi yang paling populer di kalangan umat Islam.

Ulama tafsir Manna al-Qaththan dalam bukunya Mabahits fi ‘Ulum Alquran menjelaskan bahwa dua nama itu mengandung pesan penting terkait cara menjaga keaslian Alquran.

Menurutnya, umat Islam harus memelihara dua aspek sekaligus, yakni bacaan (al-qur’an) dan tulisan (al-kitab). Kedua aspek ini tidak bisa dipisahkan dalam menjaga kemurnian wahyu.

Sifat-Sifat Alquran

Selain memiliki berbagai nama, Alquran juga menyebut dirinya dengan sejumlah sifat yang menggambarkan fungsi dan kedudukannya bagi manusia.

Di antaranya adalah sebagai petunjuk hidup bagi manusia (hudan li al-nas), penawar hati (syifa’), rahmat (rahmah), serta nasihat yang baik (mau’izhah). Sifat-sifat ini disebutkan antara lain dalam Surah At-Taubah ayat 57.

Alquran juga digambarkan sebagai cahaya kehidupan (an-nur), sebagaimana dalam Surah Ali Imran. Selain itu, kitab suci ini disebut sebagai sumber keberkahan (mubarak) dalam Surah Al-An’am ayat 92 serta penjelas kebenaran (mubin) dalam Surah Al-Maidah ayat 15.

Beragam nama dan sifat tersebut menunjukkan tujuan utama diturunkannya Alquran kepada manusia.

Ulama Muhammad Abdul Azim al-Zarqani dalam kitab Manahil al-Irfan fi Ulum al-Quran menjelaskan bahwa Alquran diturunkan untuk menguatkan kenabian Muhammad SAW sekaligus menjadi pedoman hidup bagi umat manusia.

Selain itu, membaca dan mempelajari Alquran juga merupakan bagian dari ibadah bagi umat Islam.

Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk tidak hanya mengakui Alquran sebagai pedoman hidup, tetapi juga membacanya, memahami kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Alquran Surah Al-Furqan ayat 30 bahkan digambarkan keluhan Rasulullah kepada Allah SWT terhadap sebagian umatnya yang menjauh dari kitab suci tersebut.

“Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran ini sesuatu yang diabaikan,” demikian bunyi ayat tersebut. ***