SerambiMuslim.com – Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri dalam ajaran Islam.
Syaban dikenal sebagai bulan yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW bersabda, Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadhan bulan umatku. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam as-Suyuthi.
Selain itu, Syaban mencatat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Beberapa peristiwa tersebut berkaitan dengan ibadah dan ketentuan Ilahi.
Keterangan ini disebutkan dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah.
Kitab tersebut menjelaskan sedikitnya lima peristiwa penting di bulan Syaban.
Perubahan Arah Kiblat
Peristiwa pertama adalah perubahan arah kiblat umat Islam. Awalnya, umat Islam menghadap Baitul Maqdis di Palestina. Kemudian, kiblat dipindahkan menuju Ka’bah di Makkah.
Umat Islam berkiblat ke Baitul Maqdis selama sekitar 17 bulan lebih. Perintah perubahan kiblat turun pada pertengahan bulan Syaban. Peristiwa ini terjadi pada 15 Syaban tahun kedua Hijriyah.
Allah SWT menjelaskan perintah tersebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ
Ayat itu memerintahkan umat Islam menghadap Masjidilharam dalam shalat.
Penentuan Ajal Manusia
Syaban juga dikaitkan dengan penentuan ajal manusia. Namun, ketentuan Allah tidak terikat oleh waktu dan tempat. Hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui segala ketetapan.
Dalam Surah Asy-Syura ayat 11 ditegaskan keagungan dan kekuasaan Allah.
لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Surah ssy-Syura: 11).
Hadis dari Sayidah Aisyah menyebut pencatatan ajal terjadi di bulan Syaban. Karena itu, Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa di bulan ini.
Turunnya Perintah Bershalawat
Syaban juga menjadi bulan turunnya perintah bershalawat kepada Nabi. Perintah tersebut tercantum dalam Surah Al-Ahzab ayat 56.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Surat al-Ahzab: 56).
Umat Islam diperintahkan membaca shalawat dan salam dengan penuh penghormatan.
Diangkatnya Catatan Amal Tahunan
Pada bulan Syaban, catatan amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Usamah bin Zaid. Nabi Muhammad SAW menyukai amalnya diangkat saat sedang berpuasa.
Syaban berada di antara Rajab dan Ramadhan, saat banyak manusia lalai.
Karena itu, Nabi memperbanyak ibadah puasa pada bulan tersebut. ***






