SerambiMuslim.com – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Smart PAI, platform pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengacu pada 40 buku resmi Kemenag.
Berbeda dengan layanan AI umum yang mengambil informasi dari berbagai sumber internet, Smart PAI hanya menggunakan materi dari buku yang telah disiapkan dan diluncurkan Kemenag.
Tim pengembang Smart PAI, Aditya Putri Pertiwi, mengatakan sistem tersebut dirancang agar jawaban AI tetap berdasarkan sumber yang terverifikasi secara akademik.
“Semua jawaban AI bersumber dari 40 buku yang diluncurkan hari ini. Jika informasi yang ditanyakan tidak terdapat dalam buku-buku tersebut, sistem akan menjawab bahwa informasi itu tidak tersedia,” jelas Tim pengembang Smart PAI, Aditya Putri Pertiwi, dikutip dari laman Kemenag, Selasa, 11 Agustus 2026.
Platform ini dapat digunakan pelajar mulai dari PAUD hingga mahasiswa. Guru dan masyarakat umum juga dapat mengakses 40 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti secara gratis.
Selain perpustakaan digital, Kemenag meluncurkan 39 buku pelajaran utama untuk jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB.
Kemenag juga menerbitkan satu buku panduan PAI khusus untuk perguruan tinggi umum. Melalui asisten digital, pengguna dapat mengetikkan pertanyaan layaknya berkonsultasi dengan tutor pribadi.
Smart PAI dapat membantu pengguna menemukan materi tertentu, ayat Alquran, hingga lokasi pembahasan dalam buku secara cepat.
8 Fitur Unggulan Smart PAI
Peluncuran Smart PAI menjadi bagian dari upaya Kemenag memodernisasi sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Direktorat Pendidikan Agama Islam merancang ekosistem tersebut dengan sejumlah layanan. Mulai dari sistem manajemen belajar (LMS), perpustakaan digital, sarana asesmen, hingga analisis perkembangan belajar siswa.
Berikut delapan fitur yang tersedia di Smart PAI:
- Buku Digital PAI & Budi Pekerti, berisi materi dari 40 buku resmi.
- Asisten AI Interaktif, sebagai tutor digital berbasis sumber resmi.
- Kelas Interaktif, untuk mendukung ruang diskusi pembelajaran.
- Bank Soal, untuk mengasah pemahaman sebelum ujian.
- Alquran Digital, yang terhubung langsung dengan situs resmi Quran Kemenag.
- Portal Registrasi, yang ditujukan bagi siswa dan guru.
- Kanal Berita PAI, yang menyajikan informasi terkini seputar Pendidikan Agama Islam.
- Agenda Kegiatan, yang memuat berbagai kegiatan pendidikan Islam.
Materi dalam buku digital tersebut juga telah diselaraskan dengan program Tuntas Baca Al-Qur’an dan Kurikulum Cinta.
Selain itu, materi diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Cara Daftar dan Menggunakan Smart PAI
Kemenag menyediakan akses Smart PAI melalui situs resmi smartpai.kemenag.go.id. Pengguna dapat mengikuti sejumlah langkah untuk mulai menggunakan platform tersebut.
Pertama, buka situs resmi Smart PAI dan pilih tombol Registrasi. Selanjutnya, pengguna perlu melengkapi formulir data diri. Data yang diminta meliputi tingkat sekolah atau kuliah, nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nomor HP, dan domisili.
Setelah formulir dikirim, pengguna perlu membuka email dari sistem untuk membuat kata sandi.
Berikutnya, pengguna dapat melakukan login menggunakan email dan kata sandi yang telah dibuat.
Setelah berhasil masuk, pengguna dapat membaca dan mengunduh materi. Pengguna juga dapat mencoba fitur AI yang tersedia.
Aditya mengatakan seluruh buku yang diluncurkan Kemenag dapat diakses secara fleksibel.
“Semua buku yang hari ini diluncurkan sudah langsung bisa diakses dari mana pun, kapan pun, dan di mana saja,” tambah Aditya.
Kemenag Tegaskan AI Tidak Gantikan Guru
Meski menghadirkan berbagai kemampuan AI, Kemenag menegaskan Smart PAI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru agama.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan teknologi digital dapat membantu proses transfer ilmu pengetahuan. Namun, pendidikan nilai, akhlak, dan moral tetap membutuhkan peran manusia sebagai pendidik.
“Transfer of knowledge bisa dibantu oleh platform digital. Tetapi transfer of values adalah proses yang tidak pernah selesai,” tandas Amien.
Kemenag berharap perpaduan teknologi dan bimbingan guru dapat memperluas akses terhadap pendidikan Islam berkualitas.
Kehadiran Smart PAI juga diharapkan membantu generasi muda memperoleh materi pendidikan agama secara lebih mudah di tengah perkembangan era digital. (*)







