SerambiMuslim.com – Banyak orang memanfaatkan masa tua untuk menikmati hasil kerja keras. Namun, Sheikh Sulaiman bin Abdulaziz Al Rajhi memilih jalan berbeda.
Pendiri Al Rajhi Bank itu justru menghibahkan sebagian besar kekayaannya untuk kepentingan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan setelah menjadi salah satu orang terkaya di Arab Saudi.
Di balik kesuksesan membangun salah satu bank syariah terbesar di dunia, tersimpan kisah perjuangan dari seorang anak miskin yang bekerja sejak usia sembilan tahun. Perjalanan hidupnya kini menjadi inspirasi tentang arti kesuksesan, kerja keras, dan filantropi.
Berikut tujuh fakta menarik mengenai Sheikh Sulaiman Al Rajhi.
1. Bekerja Sejak Usia Sembilan Tahun karena Kemiskinan
Mengutip Forbes Middle East, Sulaiman bin Abdulaziz Al Rajhi lahir di Al Bukairiyah, Provinsi Al Qassim, Arab Saudi, pada 30 November 1928.
Kondisi ekonomi keluarganya memaksanya bekerja sejak usia sembilan tahun sebagai kuli angkut di Pasar Al Khadra, Riyadh. Ia membantu membawa barang belanjaan para pembeli demi memperoleh penghasilan.
Pada usia 12 tahun, ia bekerja sebagai pengumpul kurma dengan upah sekitar enam riyal per bulan. Penghasilannya sangat terbatas hingga ia kerap tidur di tempat kerja dengan beralaskan kerikil.
Sebelum menjadi pengusaha, Al Rajhi juga pernah bekerja sebagai juru masak di hotel dan pelayan di perusahaan kontraktor dengan gaji sekitar 60 riyal per bulan.
2. Memulai Bisnis dari Perdagangan Minyak Tanah
Setelah memiliki tabungan, Al Rajhi mencoba berdagang minyak tanah impor secara grosir. Usaha itu berkembang hingga ia membuka toko kelontong.
Namun, bisnis tersebut tidak bertahan lama. Saat menikah pada usia 15 tahun, ia menjual tokonya dan menggunakan seluruh tabungannya untuk membiayai pernikahan.
3. Membangun Cikal Bakal Al Rajhi Bank
Usai menikah, Al Rajhi bergabung dengan bisnis penukaran uang milik saudaranya, Saleh Al Rajhi. Usaha keluarga itu berkembang pesat dan membuka banyak cabang di Arab Saudi.
Pada 1970, ia mendirikan perusahaan penukaran uang sendiri. Dalam waktu singkat, jaringan bisnisnya berkembang menjadi sekitar 30 cabang di Arab Saudi serta berekspansi ke Mesir dan Lebanon.
Pada 1978, ia kembali bekerja sama dengan tiga saudaranya mendirikan Al Rajhi Trading and Exchange Corporation. Dua tahun kemudian perusahaan tersebut berkembang menjadi Al Rajhi Banking and Investment Corporation, yang kemudian dikenal sebagai Al Rajhi Bank.
Kini, Al Rajhi Bank menjadi salah satu bank syariah terbesar di dunia dengan jaringan di Arab Saudi, Kuwait, Yordania, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.
4. Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia
Keberhasilan membangun Al Rajhi Bank membuat kekayaan Sulaiman Al Rajhi melonjak tajam.
Forbes mencatat kekayaannya mencapai sekitar USD 7 miliar pada 2011. Nilai tersebut menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Arab Saudi sekaligus dunia.
Selain sektor perbankan, ia juga berinvestasi di bidang pertanian, properti, dan berbagai sektor bisnis lainnya.
Meski bergelimang harta, gaya hidupnya tetap sederhana. Ia dikenal tidak memiliki pesawat pribadi dan lebih memilih bepergian menggunakan penerbangan komersial kelas ekonomi.
“Saya bukan orang kikir. Saya hanya berhati-hati terhadap pemborosan. Allah memberikan kekayaan bukan untuk dipamerkan, tetapi sebagai amanah yang harus dijaga,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
5. Menghibahkan Sebagian Besar Hartanya untuk Amal
Keputusan terbesar dalam hidup Al Rajhi datang pada 2011. Saat banyak miliarder berupaya mempertahankan kekayaannya, ia justru berkomitmen menyumbangkan sebagian besar asetnya untuk kegiatan sosial.
Komitmen itu diwujudkan pada 2013 dengan mengalihkan sekitar 20 persen saham Al Rajhi Bank kepada lembaga amal.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan masjid, pemberantasan kemiskinan, kegiatan kemanusiaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Langkah itu membuat kekayaan pribadinya menyusut dan namanya keluar dari daftar miliarder dunia versi Forbes. Namun, baginya manfaat bagi masyarakat jauh lebih bernilai dibandingkan status sebagai orang terkaya.
6. Berperan Memperkenalkan Perbankan Syariah ke Dunia
Mengutip Arab News, Al Rajhi pernah menceritakan perjuangannya memperkenalkan sistem perbankan syariah di Inggris.
Saat itu regulator Inggris belum memahami konsep keuangan Islam. Ia kemudian menemui pimpinan Bank of England untuk menjelaskan bahwa perbankan syariah dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghindari sistem berbasis bunga.
Upaya tersebut turut membuka jalan bagi berkembangnya layanan perbankan syariah di berbagai negara.
7. Konsisten Menjalankan Prinsip Islam dalam Bisnis
Selain membangun Al Rajhi Bank, ia juga mendirikan perusahaan perunggasan Al-Watania Poultry, yang kini menjadi salah satu produsen unggas terbesar di Arab Saudi.
Perusahaan itu didirikan karena Al Rajhi menilai sebagian praktik penyembelihan ayam di luar negeri belum sesuai syariat Islam. Seluruh proses produksi kemudian dirancang mengikuti prinsip halal.
Dalam kehidupan sehari-hari, ia juga dikenal teguh memegang nilai-nilai Islam. Salah satu kisah yang sering diceritakan adalah ketika ia meninggalkan sebuah jamuan resmi karena terdapat hiburan yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama. Ia baru kembali mengikuti acara setelah hiburan tersebut dihentikan.
Kisah Sheikh Sulaiman Al Rajhi menunjukkan bahwa kesuksesan tidak semata diukur dari besarnya kekayaan. Bagi pendiri Al Rajhi Bank itu, harta merupakan amanah yang harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. (*)







