Fikih  

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Salat Dhuha

FOTO: Chatgpt/Serambi Muslim/Ilustrasi)

SerambiMuslim.com – Salat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan pada pagi hari. Ibadah ini dapat dilengkapi dengan dzikir dan doa setelah salat.

Anjuran mengerjakan salat Dhuha disebutkan dalam sejumlah hadits shahih. Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memaparkan hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata:

أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِصِيَامٍ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَي الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْفُدَ مُتَّفَقٌ عَلَيْه.

Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha, dan mengerjakan sholat witir sebelum aku tidur.” (Muttafaq ‘Alaih)

Hadits tersebut menunjukkan anjuran Rasulullah SAW untuk menjaga salat Dhuha. Selain itu, dua rakaat salat Dhuha juga memiliki keutamaan sebagai sedekah bagi seluruh persendian manusia.

Abu Dzar RA mengatakan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ: فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ – صَدَقَةٌ وَنَهْي عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مَنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: “Setiap pagi masing-masing ruas anggota badanmu itu wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap sekali tasbih adalah satu sedekah, setiap sekali tahmid adalah satu sedekah, setiap sekali tahlil adalah satu sedekah, setiap sekali takbir adalah satu sedekah, menyuruh untuk berbuat baik adalah satu sedekah, dan melarang dari perbuatan mungkar adalah satu sedekah. Semuanya itu bisa dicukupi dengan dua rakaat Dhuha yang ia kerjakan.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW juga disebut biasa mengerjakan salat Dhuha sebanyak empat rakaat. Dalam beberapa kesempatan, beliau menambah jumlah rakaat tersebut.

Hal itu sebagaimana diriwayatkan Aisyah RA:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّى الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: “Rasulullah SAW sering salat Dhuha empat rakaat dan kadang-kadang beliau menambahnya sekehendak Allah.” (HR Muslim)

Dzikir dan Doa Setelah Salat Dhuha

Salat Dhuha kerap dikaitkan dengan ikhtiar memohon kelapangan rezeki. Setelah menunaikannya, umat Islam dapat memanjatkan doa dan memperbanyak dzikir.

Bacaan doa setelah salat Dhuha berikut dinukil dari buku Kumpulan Doa, Zikir dan Sholawat Al-Khoirot karya A. Fatih Syuhud serta buku “Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha” karya Huriyah Huwaida.

Bacaan doa sholat Dhuha:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاتُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاتُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ أَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَابِكَ وَبَهَابِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ .

Latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa Tobat 100 Kali

Setelah membaca doa salat Dhuha, umat Islam juga dapat memperbanyak istighfar dan doa tobat. Salah satu bacaan yang dapat diamalkan adalah sebagai berikut:

اللهم اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin: Allahummaghfirlii wa tub ‘alayya innaka antat-tawwaabur rahiim.

Artinya: “Ya Allah Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”

Doa tersebut dapat dibaca sebanyak 100 kali. Setelah itu, umat Islam dapat menutup rangkaian doa dengan memohon hajat yang diinginkan.

Selain doa, umat Islam juga dapat memperbanyak dzikir lainnya. Di antaranya tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.

Dengan demikian, salat Dhuha dapat menjadi salah satu amalan sunnah yang dilengkapi dengan dzikir dan doa. Amalan tersebut juga menjadi bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)