Serambimuslim.com– Surat Al-Waqiah adalah surat ke-46 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 96 ayat. Surat ini memiliki berbagai keutamaan yang sangat bermanfaat, terutama dalam hal melancarkan rezeki.
Banyak hadits yang menyebutkan bahwa membaca Surat Al-Waqiah dapat memberikan kemudahan dalam hidup, terutama dalam hal ekonomi dan kesejahteraan.
Surat Al-Waqiah dikenal dengan keutamaannya yang luar biasa, terutama terkait dengan kelancaran rezeki.
Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan mengalami kefakiran (kemelaratan).” (HR. Al-Baihaqi).
Hadits ini menunjukkan betapa besar manfaat yang bisa diperoleh dari membaca Surat Al-Waqiah secara rutin. Beberapa manfaat utama dari membaca surat ini, antara lain:
- Diberi Kelapangan Rezeki Salah satu manfaat utama yang sering dikaitkan dengan Surat Al-Waqiah adalah kelapangan rezeki. Dengan membaca surat ini, banyak orang yang merasakan kemudahan dalam mencari nafkah dan mendapatkan rezeki yang cukup.
- Dijauhkan dari Kemiskinan Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang membaca Surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan tertimpa kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa surat ini dapat menjadi amalan untuk menjaga diri dari kesulitan ekonomi.
- Menjadi Hartawan dan Dermawan Selain memberi kelapangan rezeki, Surat Al-Waqiah juga dipercaya dapat menjadikan seseorang hartawan yang dermawan. Membaca surat ini dengan niat yang baik dan tulus dapat mendorong seseorang untuk menjadi kaya raya dan rela berbagi dengan sesama.
- Mempermudah Tercapainya Hajat-Hajat Banyak orang yang berdoa setelah membaca Surat Al-Waqiah agar hajat-hajatnya, terutama yang berkaitan dengan rezeki dan pekerjaan, dimudahkan oleh Allah SWT. Surat ini membantu untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hidup.
- Dimudahkan Karir dan Pekerjaan Surat Al-Waqiah juga bermanfaat untuk mereka yang sedang berusaha dalam karir atau pekerjaan. Dengan membaca surat ini, banyak yang merasakan kemudahan dalam memperoleh pekerjaan atau kemajuan dalam karir mereka.
Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan Surat Al-Waqiah tidak terikat pada waktu tertentu.
Namun, ada beberapa waktu yang dianggap lebih utama untuk membaca surat ini, berdasarkan hadits dan amalan para ulama.
Dikutip dari kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, Imam an-Nawawi menuliskan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sinni, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca Surat Al-Waqiah pada setiap malam hari, niscaya ia tidak akan tertimpa kemiskinan.”
Hadits ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk membaca Surat Al-Waqiah adalah pada malam hari, sebelum tidur.
Membaca surat ini secara rutin setiap malam dipercaya dapat membawa keberkahan dalam hidup dan menghindarkan dari kefakiran.
Dalam buku Intisari Kitab Mujarobat karya Muhammad Ulin Nuha, disebutkan bahwa Surat Al-Waqiah sebaiknya dibaca sebanyak 14 kali setelah salat Ashar.
Waktu setelah salat Ashar dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk membaca surat ini, karena merupakan waktu yang penuh berkah.
Meskipun ada waktu-waktu yang dianjurkan, pada dasarnya membaca Surat Al-Waqiah bisa dilakukan kapan saja, karena setiap pembacaan Al-Qur’an adalah bentuk komunikasi dengan Allah SWT yang tidak terikat oleh waktu tertentu.
Rasulullah SAW juga bersabda kepada Sayyidina Ali: “Hendaklah engkau membaca Al-Qur’an dalam setiap keadaan.”
Setelah membaca Surat Al-Waqiah, disarankan untuk mengucapkan doa tertentu yang dapat membantu memohon kepada Allah SWT agar rezeki kita dilimpahkan dengan berkah dan kemudahan.
Doa ini bisa dibaca setelah menyelesaikan bacaan Surat Al-Waqiah. Berikut adalah doa yang dapat diamalkan setelah membaca surat tersebut:
Doa setelah membaca Surat Al-Waqiah:
اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِاْليَسَارِ,وَلاَتُوهِنَّابِاْلاِقْتَارِ , فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَاوَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ . اَلَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجُوْهَ نَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثاء) اَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin : “Allahumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinna bil iqtar fanastarziqa tholibi rizqika wa nasta’thifa syiroro kholqika wa nasytaghila bihamdi man a’tho na wa nubtala bi zammi man man ana wa anta min wara-i zalika ahlul ‘atho-i wal man-‘i. Allahumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fa shunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamarrohimin (tsalasai) agniya bifadlika ‘amman siwaka, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.”
Artinya: “Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi.
Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari siapapun selain Engkau. Semoga Allah merahmati junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya, juga semoga Allah memberi keselamatan.”












