SerambiMuslim.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat agar tidak membeli kebutuhan pokok secara berlebihan (panic buying) menjelang perayaan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia memastikan, ketersediaan pangan di Jakarta saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Kalau belajar dari peristiwa Natal dan Tahun Baru kemarin, sempat ada isu boikot daging dan sebagainya. Kami hanya mengimbau, karena ketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak perlu ada panic buying,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Pramono memastikan, Pemprov Jakarta menjamin pasokan bahan pangan, termasuk daging, tetap terjaga. Selain itu, Pemprov Jakarta akan terus menggelar pasar murah sebagai bentuk intervensi pemerintah apabila terjadi kenaikan harga atau gejolak di pasar.
Meski demikian, Pramono mengingatkan adanya dua komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus karena kerap mengalami kenaikan harga, yakni minyak goreng dan cabai.
“Yang utama sebenarnya minyak. Jadi yang biasa naik itu minyak dan cabai. Dua komoditas ini hampir selalu mengalami kenaikan dan menjadi salah satu penyumbang inflasi,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jakarta juga mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman cabai, meskipun keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri.
“Walaupun wilayah Jakarta terbatas, kegiatan menanam cabai tetap akan kami dorong,” ujar Pramono.
Kendalikan Harga Jelang Hari Besar Keagamaan
Pramono menambahkan, Pemprov Jakarta telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengendalikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah yang dilakukan antara lain melalui pemantauan rutin ketersediaan dan harga pangan, seperti beras, daging, hingga LPG 3 kilogram, serta penerapan early warning system untuk mendeteksi potensi lonjakan harga.
“Monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan terus kami lakukan, termasuk menerapkan early warning system terhadap pergerakan harga di Jakarta,” jelasnya.
Selain pengendalian harga, Pemprov Jakarta juga melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan. Pramono menyebutkan, ketersediaan pangan untuk menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti Ramadan, dan Idulfitri berada dalam kondisi aman karena cadangan yang tersedia mencukupi.
“Kemudian untuk subsidi pangan, kami melihat hampir semua komoditas di Jakarta saat ini relatif terkontrol dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan kebutuhan pangan menjelang Ramadan, stok pangan di Jakarta masih mencukupi.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebesar 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, serta bawang putih 3,57 persen,” ujar Hasudungan.
Ia menjelaskan, salah satu upaya Pemprov Jakarta dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan adalah melalui kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh BUMD pangan.
“Program ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jakarta juga menggelar program penyediaan dan pendistribusian pangan murah bagi masyarakat tertentu.
Dalam program tersebut, masyarakat penerima manfaat dapat membeli paket berisi enam komoditas pangan, yakni beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, dan susu UHT (khusus penerima KJP) dengan harga Rp126.000 per paket. ***







